kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Strategi Mandiri mitigasi kredit infrastruktur


Rabu, 29 Maret 2017 / 17:29 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengatakan pihaknya telah memitigasi resiko kredit di sektor infrastruktur. Senior Vice President Corporate Banking II Bank Mandiri, Dikdik Yustandi menyebut beberapa langkah yang dilakukan. Antara lain memilah per wilayah tempat proyek berjalan.

“Kami lihat lalu lintas harian, misalnya kalau di wilayah Jawa itu relatif bagus tapi kalau kawasan Sumetera susah, makanya di sana ada penjaminan dari pemerintah untuk mitigasi risiko,” ujarnya saat ditemui di kantor pusat PT Jasa Marga Tbk, Rabu (29/3).

Selain itu, bank berkode emiten BMRI ini menyebut perbankan juga perlu melihat dari sisi sponsor proyek infrastruktur guna menjamin pelunasan kredit. Sementara itu, untuk proyek infrastruktur yang sifatnya jangka panjang maka kemungkinan besar akan dilakukan secara sindikasi.

“Proyek infrastruktur itu rata-rata 10 tahun sampai 15 tahun, pasti kita sindikasi agar lebih teratur dari sisi likuiditas,” tambahnya.

Adapun saat ini, pihak Bank Mandiri tengah merancang skema baru untuk pembiayaan proyek infrastruktur yakni dengan mengalihkan porsi pembiayaan dari perbankan ke lembaga keuangan lain seperti dana pensiun (dapen) atau syariah.

“Kita sedang bicarakan, jadi misalnya setelah 5 tahun proyek beroperasi dan menghasilkan cashlow. Itu pembiayaan masuk ke lembaga lain, semisal dapen karena itu kapasitasnya besar,” tuturnya.

Lebih lanjut, dari segi kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sektor infrastruktur, Dikdik menyebut saat ini masih terjaga di bawah level 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×