kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tapering stimulus AS dapat menstabilkan rupiah


Kamis, 19 Desember 2013 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Peringatan dini cuaca besok hujan lebat dari BMKG, provinsi mana saja berstatus Siaga dan Waspada terhadap bencana? ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, Rabu (18/12), mengumumkan pengurangan stimulus (tapering off) yang akan dimulai pada Januari 2014. Nilai pengurangan stimulus sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar dari sebelumnya US$ 85 miliar. Rincian pengurangan, US$ 5 miliar untuk pembelian mortgage-backed securities (MBS) dan US$ 5 miliar untuk treasury securities.

Bank Indonesia (BI) menilai, langkah The Fed untuk mengurangi stimulus moneternya bulan depan akan menstabilkan rupiah. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI menerima keputusan tersebut kendati jumlah pengurangan stimulus moneter lebih kecil daripada yang diperkirakan.

"Yang lebih penting, pernyataaan tersebut memberikan kepastian arah kebijakan moneter the Fed," ujar Perry, Kamis (19/12).

Perry mengatakan langkah tersebut akan berdampak positif terhadap kestabilan pasar keuangan, termasuk kestabilan rupiah. Pengurangan stimulus moneter dilakukan karena ekonomi AS tengah mengalami perbaikan dari reses. Perry mengatakan perbaikan ekonomi AS akan memperbaiki ekspor Indonesia terutama dari sektor manufaktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×