kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Targetkan Aset Kelolaan Rp 10,4 Triliun di 2023, Begini Strategi CIMB Niaga Finance


Selasa, 07 Februari 2023 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Customer Service melayani nasabah di kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) pertumbuhan aset kelolaan di tahun 2023 sebesar 13% menjadi Rp 10,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai angka Rp 9,2 triliun.

Salah satu penyokong peningkatan aset akan berasal dari pembiayaan baru. Anak usaha Bank CIMB Niaga ini menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 8,5 triliun di 2023. Angka ini meningkat 7,3% jika dibandingkan dengan pembiayaan tahun 2022 yang mencapai Rp 7,9 triliun.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mencapai target tersebut, di antaranya dengan mengusung inisiatif digital seperti penggunaan platform tanda tangan digital (digital signature) dan digital customer service yang terhubung pada platform aplikasi CNAF Mobile.

Baca Juga: CIMB Niaga Finance Targetkan Pembiayaan Baru Rp 8,5 Triliun di Tahun Ini

“Kami menilai hal ini merupakan terobosan baru di sektor pembiayaan yang dapat diimplementasikan setiap tahunnya dan dikembangkan lagi sebagai salah satu saluran penjualan perusahaan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (6/1).

Ristiawan menyebutkan, penyaluran pembiayaan baru CNAF di sepanjang tahun 2022 mencapai 39% year on year (YoY) dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 5,7 triliun.

“Dengan penyaluran pembiayaan tersebut, total aset kelolaan CNAF menjadi Rp 9,2 triliun atau tumbuh sebesar 31% dari aset kelolaan tahun sebelumnya di tahun 2021,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×