kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Terus Bertambah, Total Klaim Asuransi Covid-19 Telah Capai Rp 9 Triliun


Minggu, 12 Juni 2022 / 10:02 WIB
Terus Bertambah, Total Klaim Asuransi Covid-19 Telah Capai Rp 9 Triliun
ILUSTRASI. Terus Bertambah, Total Klaim Asuransi Covid-19 Telah Capai Rp 9 Triliun


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Meski kasus Covid-19 mulai pulih, industri asuransi jiwa masih terus bayarkan klaim Covid-19.  Angkanya pun masih bertambah namun sudah tak terlalu signifikan.

“Sejak Maret 2020 sampai Maret kuartal pertama ini, total klaim yang sudah dibayarkan perusahaan asuransi jiwa kepada nasabah terkait Covid-19 itu sudah lebih dari Rp 9 triliun,” ujar Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono.

Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2021 yang lalu, jumlah total klaim Covid-19 sudah sekitar Rp 8,82 triliun. Itu berarti angka penambahan klaim di periode kuartal terakhir hanya sekitar Rp 1 triliun.

Baca Juga: Industri Asuransi Genjot Pemasaran Melalui Kanal Digital

Penambahan tersebut pun memang sudah tak terlalu signifikan jika dibandingkan pada periode Juli hingga September 2021 yang nilainya bisa bertambah Rp 3,69 triliun. Wiroyo pun menyebut penambahan di kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2022 kemarin karena varian Omicron.

“Ini kontribusi industri terhadap masyarakat dengan adanya pandemi ini,” ujar Wiroyo.

Oleh karenanya, klaim kesehatan pun juga mengalami peningkatan di periode yang sama. Klaim kesehatan yang dibayar oleh industri mencapai Rp 3,3 triliun atau naik sekitar 28,3% year on year.

“Pandemi walaupun tingkat fatality-nya sudah berkurang, namun saat itu justru tingkat infection-nya tinggi sekali karena kasus Omicron,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×