kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tiga bank layani kredit pelabuhan Kuala Tanjung


Senin, 18 Mei 2015 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. BEI dan OJK menunda implementasi papan pemantauan khusus tahap dua, (full call auction) hingga enam bulan ke depan.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. Tiga bank BUMN, yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembiayaan kredit untuk pembangunan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung senilai Rp 2,22 triliun. Nilai ini setara 70% dari total nilai proyeksi sebesar Rp 3,17 triliun.

Tribuana Tunggadewi, Sekretaris Korporasi Bank Negara Indonesia (BNI), mengatakan, penandatanganan MoU ini sebagai sinergi usaha yang saling menguntungkan antara pihak perbankan dengan perusahaan infrastruktur. Pembiayaan yang dilakukan oleh tiga bank milik negara ini juga menunjukkan sinergi yang terus dilaksanakan oleh bank-bank BUMN.

Adapun, pembiayaan ini dilakukan untuk pembangunan pelabuhan multi purpose di Kuala Tanjung yang konstruksinya dimulai pada bulan Mei 2015. Targetnya konstruksi bisa rampung dalam waktu dua tahun.

Pembiayaan ini disalurkan melalui pelaksana Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yaitu PT Prima Multi Terminal (PMT), yang merupakan joint venture antara PT Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan Tbk, dan PT. Waskita Karya Tbk. “Pembiayaan ini termasuk sektor kemaritiman,” kata Tribuana, Senin (18/5). Hingga Desember 2014, BNI telah membiayai sektor kemaritiman senilai Rp 8,7 triliun baik dari skala mikro hingga skala korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×