kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

SMF Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Pembiayaan


Kamis, 12 Februari 2026 / 09:56 WIB
SMF Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Pembiayaan
ILUSTRASI. Sarana Multigriya Finansial SMF (DOK/SMF)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja pembiayaan perusahaan tahun ini.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan tantangan terbesar yang memengaruhi kinerja SMF adalah kondisi makro ekonomi dan kondisi perbankan di Indonesia. 

Ananta berpendapat kondisi perbankan di Indonesia terlihat masih memiliki likuditas yang tinggi, ditandai dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di posisi 11,46% YoY pada Oktober 2025, kemudian naik menjadi 12,01% YoY pada November 2025.

Pada periode yang sama, pertumbuhan kredit cenderung bergerak stagnan di angka 7,36% pada Oktober 2025, kemudian 7,74% pada November 2025. 

Baca Juga: OJK Proyeksi Aset Asuransi Tumbuh 5%-7% pada 2026, Ini Tanggapan Jasindo

"Selain itu, potensi tantangan lainnya, yakni terkait kondisi ketidakpastian global yang saat ini memengaruhi kondisi makro ekonomi," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).

Ananta mengatakan tekanan secara tidak langsung akan memengaruhi likuiditas dan penyaluran kredit perbankan. Harapannya, aset yang dimiliki perbankan dapat di-recycling melalui sekuritisasi. 

Pada 2025, Ananta mengatakan realisasi penyaluran pinjaman mencapai Rp 20,88 triliun. Nilainya meningkat sekitar 22,1%, jika dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 17,10 triliun. 

"Capaian tersebut juga melampaui target  Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar Rp 20,62 triliun, atau terealisasi sekitar 101,2% dari RKAP," tuturnya.

Dari sisi kinerja keuangan, Ananta menyampaikan SMF memiliki total aset mencapai Rp 66,80 triliun pada 2025, atau meningkat sekitar 14,9% secara Year on Year (YoY). Dia bilang nilai itu melampaui target RKAP 2025 yang sebesar Rp 59,03 triliun, dengan tingkat realisasi 113,17%. 

Sejalan dengan ekspansi aset tersebut, Ananta menerangkan laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 561 miliar, atau tumbuh sekitar 3,9% YoY. Dia menyebut perolehan itu juga melampaui target RKAP 2025 yang sebesar Rp 512 miliar, dengan realisasi 109,54%.

"Perolehan itu mencerminkan kemampuan SMF dalam menjaga kinerja profitabilitas di tengah peningkatan skala usaha dan pelaksanaan mandat penugasan pemerintah," kata Ananta. 

Selanjutnya: Arus Mudik Lebaran 2026: Operasional Truk Dibatasi 13–29 Maret, Ini Detailnya

Menarik Dibaca: Itel City 200: HP Murah Tahan Banting, Baterai Tahan 4 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×