Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan pertumbuhan positif pada lini transaction banking hingga akhir Desember 2025. Lonjakan transaksi digital di segmen ritel hingga korporasi mendorong penguatan dana murah dan menjaga struktur pendanaan tetap solid.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, khususnya pada penguatan funding franchise.
“BRI melakukan transformasi untuk memperkuat struktur pendanaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Strateginya melalui penguatan CASA dan peningkatan kapabilitas transaction banking,” ujar Hery dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Laba BRI (BBRI) Naik 85% di Januari 2026, Kredit Tumbuh 12%
BRI mempercepat pertumbuhan dana murah dengan mengoptimalkan kanal digital seperti BRImo, BRILink dan QRIS, serta meningkatkan penetrasi ke business cluster. Di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran.
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9% secara tahunan (year on year/YoY). Nilai transaksi melalui super app tersebut menembus Rp 7.076,9 triliun, naik 26,4% YoY.
Di segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI mengandalkan platform cash management Qlola untuk mendukung kebutuhan transaksi end-to-end. Per akhir 2025, pengguna aktif Qlola tercatat 113.000 atau melonjak 48,1% YoY, seiring volume transaksi (sales volume) yang naik 36,2% YoY menjadi Rp 13.456 triliun.
Tak hanya itu, ekspansi akseptasi pembayaran di merchant turut mendongkrak kinerja. Volume penjualan merchant meningkat 48,1% YoY menjadi Rp 223,2 triliun. Sementara itu, transaksi melalui QRIS BRI mencatatkan lonjakan signifikan, dengan sales volume tumbuh 100% YoY menjadi Rp 85,6 triliun dan jumlah transaksi naik 127,5% YoY menjadi lebih dari 782,8 juta transaksi.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah
Hery menambahkan, peningkatan aktivitas transaksi digital tersebut berdampak langsung pada penguatan dana giro dan tabungan. Alhasil, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) tetap terjaga tinggi.
Per Desember 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp 1.467 triliun. Rasio CASA tercatat sebesar 70,6%. Seiring dengan itu, biaya dana (cost of fund) DPK membaik menjadi 2,9%, turun dari 3,1% pada akhir 2024.
Menurut manajemen, penguatan platform digital dan layanan business merchant akan terus dilakukan guna menjaga pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan, sekaligus memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













