Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III-2026.
Jumlah tersebut tumbuh 39,24% secara tahunan atau year-on-year (YoY), didorong oleh peningkatan penggunaan pembayaran melalui perangkat seluler dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan transaksi pembayaran digital sejalan dengan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap metode pembayaran nontunai.
Baca Juga: Bank Jakarta Terus Perkuat Fondasi Keuangan
“Capaian ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan jenis transaksinya, volume transaksi mobile payments tumbuh 45,55% YoY. Sementara itu, transaksi melalui internet payments meningkat 14,26% YoY.
QRIS masih mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Volume transaksi melalui sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut tumbuh 75,80% YoY, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna menjadi 70,6 juta dan jumlah merchant mencapai 49,4 juta.
Di sisi infrastruktur pembayaran, BI mencatat volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1,63 miliar transaksi pada kuartal III-2026, atau tumbuh 31,78% YoY. Dari sisi nilai, transaksi BI-FAST meningkat 33,91% YoY menjadi Rp 4.049 triliun.
Berbeda dengan BI-FAST, nilai transaksi melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat sebesar Rp 53.817 triliun, terkontraksi 4,62% YoY. Meski demikian, volume transaksi BI-RTGS masih tumbuh 1,31% YoY menjadi 2,79 juta transaksi.
Baca Juga: Kenaikan Klaim Asuransi Marine Cargo Lebih Tinggi Dibanding Premi, Ini Kata Asei
Destry mengatakan, peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital tersebut didukung oleh kelancaran sistem pembayaran serta infrastruktur yang tetap terjaga stabil.
Selain transaksi digital, BI mencatat uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 11,77% YoY menjadi Rp 1.341 triliun.
BI terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang memadai dengan kualitas layak edar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut juga mencakup daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














