kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.905   46,00   0,27%
  • IDX 8.298   85,95   1,05%
  • KOMPAS100 1.168   9,87   0,85%
  • LQ45 836   5,91   0,71%
  • ISSI 297   2,32   0,79%
  • IDX30 437   4,99   1,16%
  • IDXHIDIV20 521   4,99   0,97%
  • IDX80 130   0,87   0,67%
  • IDXV30 143   0,29   0,21%
  • IDXQ30 141   1,42   1,02%

Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11% pada 2025, NPL Tetap Terjaga


Rabu, 18 Februari 2026 / 11:55 WIB
Transaksi Kartu Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11% pada 2025, NPL Tetap Terjaga
ILUSTRASI. Mandiri - kontan native online (BANK MANDIRI/NATIVE)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis kartu kredit PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, transaksi kartu kredit Bank Mandiri tumbuh 11% secara tahunan. 

SVP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengungkapkan, saat ini jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 2,3 juta kartu. Pertumbuhan tersebut ditopang optimalisasi fitur digital pada Beyond SuperApp Livin’ by Mandiri.

“Melalui aplikasi Livin’, nasabah bisa langsung apply kartu kredit. Selain itu tersedia fitur virtual card untuk transaksi QRIS, tarik tunai, hingga belanja e-commerce,” ujar Agus kepada Kontan, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Layanan Keuangan Digital Bantu UMKM Padang Kembangkan Usaha dengan Risiko Terukur

Ia menambahkan, fitur Tap to Pay yang memungkinkan nasabah melakukan pembayaran dengan mendekatkan ponsel Android ke mesin EDC turut mendorong peningkatan frekuensi transaksi. Di sisi lain, kehadiran fitur pembayaran virtual account sebagai sumber pembayaran kartu kredit juga memberikan fleksibilitas tambahan bagi nasabah.

Dari sisi kualitas kredit, Agus memastikan rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) kartu kredit Bank Mandiri masih terjaga dan berada di bawah rata-rata industri. Bank juga menjalankan program restrukturisasi kredit kartu kredit atau Debt Restructure Program (DRP) bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran.

“Ke depan kualitas kredit akan terus kami jaga, termasuk melalui monitoring dan program restrukturisasi yang selektif,” imbuhnya.

Adapun untuk bunga kredit ritel, Bank Mandiri mengikuti ketentuan regulator sebesar 1,75% per bulan.

Memasuki awal 2026, Bank Mandiri membidik momentum konsumsi dari sejumlah periode festive seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Sejumlah program promosi telah disiapkan untuk mendongkrak transaksi.

Di antaranya program diskon elektronik hingga Rp 888.000, promo Imlek dengan potongan harga hingga Rp 788.000 di seluruh outlet Din Tai Fung, serta kerja sama dengan Marriott Bonvoy yang menawarkan bonus satu malam menginap dan status silver elite bagi pemegang Mandiri Kartu Kredit.

Baca Juga: BRI Group Raih Empat Penghargaan Bergengsi dari Alpha Southeast Asia 2025

Tak hanya itu, nasabah juga dapat menikmati cicilan bunga 0% hingga tenor 36 bulan, cashback hingga Rp 1,5 juta untuk pendaftaran Samsung Galaxy Unpacked, serta diskon hingga Rp 1 juta di berbagai toko gadget seperti Electronic City dan Erafone.

Bank Mandiri juga menawarkan kurs kompetitif untuk transaksi luar negeri dan kemudahan bertransaksi di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Zalora.

Dengan berbagai strategi tersebut, bank optimistis kinerja kartu kredit pada 2026 tetap tumbuh seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan adopsi transaksi digital.

Selanjutnya: Harga Tembaga LME Rebound Tipis dari Level Terendah Sepekan Rabu (18/2)

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Ice Cream Fair 19 Februari-4 Maret 2026, Beli 1 Gratis 1 & Diskon 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×