Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi QRIS Cross Border hingga Agustus 2026. Volume transaksi yang diproses melalui sistem BCA meningkat 437% secara tahunan (yoy), sementara nilai transaksinya melonjak 491% yoy.
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA terus mengembangkan fitur QRIS Cross Border melalui myBCA dan BCA mobile untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang melakukan transaksi di luar negeri.
“BCA telah berekspansi melalui fitur QRIS cross border di myBCA dan BCA mobile sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan pelaku perbankan Indonesia yang dapat bertransaksi di luar negeri,” ujar Hera kepada Kontan.co.id, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Bank Bjb Siapkan Dana Rp 75,62 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Menurutnya, pengembangan layanan tersebut sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia dalam mengimplementasikan transaksi QRIS lintas negara.
QRIS Cross Border BCA saat ini dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi di enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Layanan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transaksi ritel harian, konsumsi, hingga pembayaran yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan gaya hidup.
Di sisi lain, wisatawan dari enam negara tersebut juga dapat menggunakan sistem pembayaran berbasis QR di Indonesia dengan memindai kode QR pada mesin EDC BCA.
Baca Juga: Bank Muamalat dan BMM Berkolaborasi Luncurkan CWLD untuk Dukung UMKM
Hera mengatakan BCA akan terus mengembangkan dan memperluas layanan digital seiring dengan meningkatnya kebutuhan nasabah.
“BCA juga terus mengembangkan kapabilitas digital dengan mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas,” lanjutnya.
Pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border tersebut menjadi bagian dari ekspansi layanan pembayaran digital BCA untuk mendukung aktivitas nasabah Indonesia yang semakin banyak melakukan transaksi lintas negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














