Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Piutang pembiayaan industri multifinance masih mengalami pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai piutang pembiayaan per Agustus 2026 tumbuh 1,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY).
"Kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 5,4% YoY," ujarnya dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (5/10/2026).
Jika ditelaah, pertumbuhan piutang pembiayaan Agustus 2026 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Juli 2026 yang tumbuh 2,01% YoY dengan nilai Rp 513,05 triliun.
Baca Juga: Multifinance Makin Selektif Salurkan Pembiayaan UMKM di Tengah Risiko Kredit Macet
Agusman menerangkan profil risiko pembiayaan tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) net multifinance tercatat sebesar 0,83% per Agustus 2026. Adapun angka tersebut meningkat dari pencapaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,81%.
Agusman menambahkan, NPF gross perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 sebesar 3,04%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat tipis, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%.
Sementara itu, angka gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat stabil sebesar 2,04 kali per Agustus 2026. Adapun angkanya menurun atau membaik, dibandingkan posisi Juli 2026 yang sebesar 2,10 kali.
"Angkanya masih berada jauh di bawah batas maksimum 10 kali," kata Agusman.
Baca Juga: Skema Cicilan 50:50 Bisa Jadi Jurus Multifinance Tarik Minat Konsumen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














