kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Turunkan bunga simpanan, BCA hemat hingga Rp 325 miliar per tahun


Kamis, 14 April 2011 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. ILUSTRASI hemat menggunakan listrik bersubsidi- Instalasi panel surya PLTS Atap produksi Xurya


Reporter: Bernadette Christina Munthe |

JAKARTA. Rencana pemerintah mengganti acuan yield obligasi pemerintah dari bunga SBI 3 bulan menjadi bunga SPN 3 bulan mulai diantisipasi oleh bank. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya telah menurunkan suku bunga simpanan mereka sebesar 25 basis poin (bps) per 1 April lalu untuk mengantisipasi hal ini.

Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan pilihan antisipasinya antara menurunkan bunga simpanan dengan menaikkan suku bunga kredit. Soalnya, dengan jumlah kepemilikan obligasi pemerintah sebesar Rp 40 triliun, BCA memiliki potensi kehilangan pendapatan bunga hingga Rp 150 miliar.

Jahja mengakui penurunan bunga simpanan menghemat biaya bunga BCA. "0.25% dari Rp 130 triliun, jadi kira-kira Rp 325 miliar setahunnya. Lumayan yah," kata Jahja kepada KONTAN, Rabu(13/4).

Saat ini bunga tabungan tertinggi di BCA sebesar 3,75%. Jahja optimis penurunan bunga ini tidak akan membuat nasabah mereka beralih ke bank lain yang menawarkan bunga lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×