Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) memandang prospek bisnis asuransi kendaraan masih tetap terjaga sepanjang tahun 2026, meskipun dinamika pasar otomotif nasional belum sepenuhnya pulih.
Corporate Secretary YOII Rahmat Dwiyanto mengatakan, peluang pertumbuhan tetap terbuka seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kendaraan. Ia menilai, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia yang masih di kisaran 3% menjadi ruang ekspansi yang besar bagi industri.
“Ini menunjukkan ruang pertumbuhan industri asuransi, termasuk asuransi kendaraan, masih sangat besar,” ujar Rahmat kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Bank Diversifikasi Produk Demi Dorong Pertumbuhan Kredit
Selain faktor tersebut, YOII juga melihat meningkatnya aktivitas di pasar kendaraan bekas sebagai salah satu penopang permintaan asuransi kendaraan. Dengan kondisi itu, perseroan tetap mencermati perkembangan pasar otomotif secara selektif dan berhati-hati, khususnya dalam aspek underwriting dan pengelolaan risiko.
Untuk menjaga pertumbuhan premi di tengah kondisi pasar yang menantang, YOII menyiapkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis, menyesuaikan produk agar lebih fleksibel, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
YOII juga terus mengevaluasi peluang di segmen kendaraan bekas dan kendaraan listrik, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dari sisi kinerja, Rahmat menyampaikan bahwa asuransi kendaraan kembali dipasarkan perusahaan sejak awal 2025. Saat ini, kontribusinya masih di bawah 5% terhadap total premi YOII.
“Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan 2025 di seluruh lini produk, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan profitabilitas jangka panjang,” ucapnya.
Baca Juga: Era Bunga Tinggi Berakhir, Line Bank Resmi Turunkan Bunga Tabungan Bulan Depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













