Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena downgrade konsumsi dan penurunan daya beli masyarakat berpotensi mempengaruhi permintaan produk asuransi terkait gaya hidup. Namun, dampaknya dinilai tidak merata dan bergantung pada karakteristik masing-masing produk.
Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto mengatakan, produk asuransi dengan premi relatif terjangkau dan masa pertanggungan pendek yang melekat pada aktivitas konsumsi berpotensi ikut terdampak ketika masyarakat menahan atau menyesuaikan pola belanja.
“Ya, dampaknya ada, namun tidak merata dan bergantung pada karakteristik masing-masing produk asuransi. Produk kami umumnya memiliki premi yang relatif terjangkau, masa pertanggungan yang pendek, dan dibeli bersamaan dengan aktivitas konsumsi seperti perjalanan atau transaksi dalam ekosistem digital,” kata Rahmat kepada Kontan, Selasa (6/10/2026).
“Ketika masyarakat menahan atau menyesuaikan pola belanja, permintaan terhadap asuransi yang melekat pada aktivitas tersebut juga dapat ikut menyesuaikan,” tambahnya.
Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Lirik Peluang Bisnis Asuransi Hewan Peliharaan
Salah satu produk yang berpotensi terdampak adalah asuransi perjalanan. Hal ini karena permintaannya berkaitan erat dengan frekuensi perjalanan serta anggaran masyarakat untuk aktivitas liburan atau perjalanan.
Untuk mengantisipasi dampak perubahan pola konsumsi, Rahmat mengatakan perusahaan memperkuat kualitas portofolio dan distribusi. Diversifikasi produk juga dilakukan agar penawaran tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dari sisi perusahaan, kami melakukan beberapa langkah, antara lain menjaga kualitas portofolio melalui proses underwriting yang baik, memperkuat saluran distribusi dan kemitraan, serta melakukan diversifikasi produk melalui pengembangan dan peluncuran produk baru yang tetap relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, pendapatan premi perusahaan per Agustus 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, kinerja premi secara keseluruhan masih relatif terjaga.
Baca Juga: Premi Asuransi Digital Bersama (YOII) Tumbuh 5,7% pada Kuartal I-2026
“Per posisi Agustus 2026, pendapatan premi perusahaan mengalami penyesuaian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, secara keseluruhan kinerja premi masih relatif terjaga di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat,” ujar Rahmat.
Rahmat menambahkan, dampak penurunan konsumsi dan daya beli terhadap target premi industri akan berbeda pada setiap lini produk. Industri tetap diharapkan mencatat pertumbuhan premi dibandingkan 2025.
“Kami berharap pendapatan premi industri asuransi secara keseluruhan tetap dapat tumbuh dibandingkan tahun 2025, sejalan dengan upaya industri dalam menyesuaikan produk dan saluran distribusi dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Rahmat.
Baca Juga: Travel Insurance Masih Jadi Andalan Premi YOII Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














