kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Zurich Syariah Telah Lindungi Lebih dari 10.000 Petani Lewat Asuransi Parametrik


Kamis, 27 Maret 2025 / 07:38 WIB
Zurich Syariah Telah Lindungi Lebih dari 10.000 Petani Lewat Asuransi Parametrik
ILUSTRASI. Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) sampai saat ini telah melindungi lebih dari dari 10.000 petani melalui produk Asuransi Parametrik Indeks Cuaca Syariah.

Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan petani yang telah terlindungi produk asuransi parametrik Zurich Syariah berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk petani kakao di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

"Adapun pertumbuhan pendapatan kontribusi bruto (premi) dari produk itu hingga akhir 2024 mencapai lebih dari 75%, jika dibandingkan pencapaian pada 2023," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (26/3).

Saat awal peluncuran pada 2022, Hilman menerangkan produk asuransi parametrik tersebut hanya melindungi 1.500 petani kopi di Aceh.

Untuk ke depannya, Hilman memproyeksikan asuransi parametrik memiliki prospek cerah. Hal itu mengingat Indonesia adalah negara agrikultur, sehingga bisnis asuransi parametrik bisa terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan risiko di sektor-sektor yang sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, seperti pertanian. 

Baca Juga: Asuransi Zurich Catatkan Pendapatan Premi Rp 635,12 Miliar per Februari 2025

Meskipun demikian, asuransi parametrik juga menghadapi tantangan utama sama seperti lini bisnis asuransi lainnya. Hilman menyampaikan salah satu tantangannya, yakni literasi asuransi yang masih perlu ditingkatkan, serta akses terhadap fasilitas perbankan di kalangan petani. 

"Oleh karena itu, Zurich Syariah konsisten melakukan edukasi terkait mekanisme dan manfaat dari asuransi parametrik dengan menggandeng berbagai pihak, seperti koperasi petani," ujar Hilman.

Sementara itu, Hilman memahami bahwa pertanian adalah sektor yang memiliki banyak risiko, mulai dari perubahan cuaca ekstrem hingga gagal panen. Oleh karena itu, dalam prosesnya, dia bilang Asuransi Indeks Cuaca Parametrik Syariah dari Zurich Syariah menggunakan parameter yang telah terukur, seperti tingkat curah hujan, yang secara otomatis memicu klaim ketika ambang batas tertentu terpenuhi sehingga memberikan perlindungan yang lebih cepat dan transparan bagi sektor pertanian. 

Hilman menuturkan sebelum meluncurkan produk parametrik di suatu wilayah, Zurich Syariah melakukan kajian terhadap curah hujan dan faktor lainnya terkait pertanian atau perkebunan di wilayah tersebut. Sebab, setiap wilayah memiliki karakteristik dan faktor risiko yang berbeda.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) resmi meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Asuransi Pertanian 2025–2030. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan kepentingan paling utama industri berkeinginan masuk ke dalam ekosistem asuransi pertanian, yaitu untuk mencari peluang atau terobosan baru. 

Dia juga tak memungkiri bahwa prospek dari asuransi pertanian begitu besar. Hal itu didorong demografi Indonesia yang luas dan selama ini Indonesia masih belum mengalami swasembada pangan kembali. 

Baca Juga: Zurich Syariah Kaji Peluang Segmen Asuransi Kesehatan Kumpulan

"Oleh karena itu, untuk menuju swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional itu harus didukung salah satunya mitigasi risiko melalui proteksi asuransi," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (24/3).

Lebih lanjut, Budi menerangkan industri asuransi umum berencana mengimplementasikan asuransi pertanian sepenuhnya pada Semester II-2025. Adapun dasar skema asuransi pertanian yang akan diimplementasikan adalah asuransi parametrik. 

Selanjutnya: Apakah Diskon Token Listrik Bakal Digelar Lagi? Ini Penjelasan PLN

Menarik Dibaca: Promo JCO Khusus Pengguna Octo Pay 23 Maret-5 April, Beli Apa Saja Cashback 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×