Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) akan menerapkan sejumlah strategi guna mengoptimalkan pasar syariah untuk mendorong kinerja.
Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan perusahaan akan berfokus dalam mendorong layanan yang berorientasi kepada peserta, mencakup pengembangan produk yang relevan, penguatan distribusi, peningkatan kualitas layanan klaim.
"Ditambah, melakukan edukasi pasar mengenai nilai dan manfaat asuransi syariah," katanya kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Ini Strategi Asei untuk Meningkatkan Kinerja Asuransi Marine Cargo pada 2026
Selain itu, Hilman menyampaikan Zurich Syariah juga akan menempatkan prinsip kehati-hatian, tata kelola syariah, dan keberlanjutan jangka panjang sebagai prioritas utama. Dia bilang hal itu perlu dilakukan agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.
Sementara itu, Zurich Syariah juga sempat menyampaikan peluang pertumbuhan industri asuransi syariah cukup besar pada 2026. Hilman mengatakan hal itu didukung penetrasi asuransi syariah yang masih rendah dan adanya peningkatan aktivitas ekonomi.
"Selain itu, kolaborasi strategis dengan ekosistem syariah, termasuk organisasi keagamaan dan institusi keuangan syariah, juga menjadi peluang penting untuk memperluas penetrasi pasar," ucapnya.
Meski ada peluang yang bisa dioptimalkan, Hilman menyebut ada juga tantangan yang bisa menghambat kinerja pada 2026. Dia menyebut salah satunya dinamika ekonomi global hingga cuaca ekstrem yang berisiko memberikan dampak terhadap infrastruktur.
Baca Juga: Perdamaian AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Angin Segar Asuransi Marine Cargo
Oleh karena itu, Zurich Syariah berkomitmen selalu mengedepankan manajemen risiko yang andal hingga kecepatan layanan dan transparansi sebagai salah satu langkah nyata untuk memenuhi harapan peserta.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Zurich Syariah mencatatkan total kontribusi sebesar Rp 304,91 miliar, sedangkan klaim yang dibukukan sebesar Rp 79,37 miliar per Mei 2026. Adapun hasil investasi yang diperoleh sebesar Rp 45,95 miliar dan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 30,32 miliar per Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













