kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Agustus, porsi NPL multifinance naik


Jumat, 19 Oktober 2012 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi film-film sedih ini dapat Anda tonton saat sedang patah hati


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. Seperti yang diramalkan, jumlah kredit macet di perusahaan pembiayaan (multifinance) usai Lebaran melambung tinggi. Namun,  manajemen sudah mempunyai cara agar jumlah kredit macet atau non-performing loan (NPL) kembali normal pada bulan selanjutnya.

Ninoy T. Matheus, Direktur Utama Bima Finance, mengatakan NPL pada Agustus lalu melonjak hingga 3%. Padahal, kredit macet pada bulan-bulan sebelumnya hanya sekitar 1%. Penyebabnya, hari kerja pada periode itu sangat pendek. "Dana nasabah juga sudah tersedot untuk hal lain," kata Ninoy, saat berkunjung ke KONTAN, Rabu (16/10).

Hal serupa juga terjadi di Central Sentosa Finance (CSF Finance), NPL naik menjadi 1,75% per Agustus. Menurut Kusmandi, Direktur Utama CSF Finance, kenaikan NPL juga karena debitur menunda pembayaran cicilan dan lebih mengutamakan kebutuhan lain. "Waktu collection juga berkurang," kata Kusmandi.

Namun, memasuki September dan Oktober, NPL semakin berkurang. Di Bima Finance, NPL saat ini kembali ke angka 1%-an. Sedang di CSF Finance, NPL per September lalu turun menjadi 1,6%.

Ninoy menyatakan, mulai September hingga akhir tahun nanti, Bima Finance lebih fokus pada penagihan (collection). "Ini agar NPL semakin kecil," tandas Ninoy.

Dia yakin strategi ini bakal mudah terlaksana, mengingat target pembiayaan sudah hampir tercapai. Penyaluran pembiayaan Bima Finance per September sudah mencapai Rp 1,46 triliun. Awalnya, manajemen hanya mematok target pembiayaan Rp 1,7 triliun. Jumlah itu agaknya bakal terlampaui,  menjadi Rp 1,8 triliun pada akhir tahun ini.

Sedang di CSF, manajemen berusaha meningkatkan collection sekaligus memperbanyak penyaluran kredit berkualitas. Bila jumlah kredit berkualitas semakin besar, angka NPL otomatis turun dengan sendirinya.

Agustus 2012, CSF Finance hanya membiayai 11.500 unit sepeda motor. Namun di September kembali naik 12.500 unit. "Jumlahnya akan semakin besar, karena kami sudah punya pembiayaan syariah," ujar Kusmandi.

Memang, pembiayaan syariah sedang menjadi tren untuk kredit kendaraan bermotor. Soalnya, uang muka pembiayaan syariah lebih murah dibandingkan dengan di konvensional, yang bisa mencapai 20% sampai 25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×