kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bank Sentral akan meluncurkan produk hedging baru

Kamis, 04 Januari 2018 / 10:58 WIB

Bank Sentral akan meluncurkan produk hedging baru

Bank employees count Indonesian rupiah bank notes wrapped in plastic after they arrived by truck from the bank's branches at Bank Mandiri's headquarters in Jakarta, Indonesia November 14, 2017. REUTERS/Darren Whiteside

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengembangkan instrumen lindung nilai atau hedging baru di tahun 2018. Cara ini sebagai langkah bank sentral untuk memperdalam pasar keuangan lokal. Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah mengatakan, pelaku usaha semakin banyak membutuhkan hedging.

Oleh karena itu, BI menilai perlu ada pengembangan instrumen keuangan baru.Saat ini, bank sudah menawarkan instrumen swap link deposit ke nasabah, hanya untuk mata uang selain rupiah sebagai sarana lindung nilai.

"BI sedang mengkaji pengembangan dan pengaturan swap link deposit yang dapat menambah supply instrument hedging," katanya, kepada KONTAN, Rabu (3/1). Instrumen swap link deposit lebih dikenal dengan deposit swap. Produk ini merupakan produk investasi dalam mata uang asing yang dikaitkan dengan transaksi forex.

Fasilitas ini bertujuan mengoptimalkan imbal hasil penempatan dana nasabah. Harapannya, instrumen ini bisa meningkatkan sisi supply transaksi forex forward swap dan option. BI juga akan memfasilitasi pelaksanaan transaksi hedging beberapa BUMN dengan menyusun standar operasi hedging.

Kepala Departemen Pengawasan Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ariastiadi menyatakan, beberapa bank sudah mengimplementasikan instrumen hedging untuk kebutuhan tertentu. Bank diharapkan bisa lebih baik dalam beradaptasi dengan risiko pasar.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Suprajarto menyatakan, pihaknya akan menyesuaikan produk hedging terbaru BI. Untuk mengembangkan bisnis hedging, BRI akan mendorong beberapa unit bisnis di luar negeri, termasuk di Hong Kong.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja optimistis dengan adanya peluncuran produk baru hedging di tahun ini. Sementara Direktur Utama Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni mengatakan, potensi bisnis hedging masih besar.

Sebab, hedging bukan merupakan bagian dari kerugian negara.BI sedang mengkaji pengembangan dan pengaturan swap link deposit yang dapat menambah pasokan instrumen lindung nilai. 


Reporter Galvan Yudistira
Editor : Dessy Rosalina

BANK INDONESIA / BI

Berita terbaru Keuangan

TERBARU
MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy