kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BNI gelontorkan KUR ke sektor pangan di NTB


Kamis, 14 September 2017 / 19:02 WIB
BNI gelontorkan KUR ke sektor pangan di NTB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menggelontorkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani dan pelaku usaha di sektor pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan BNI terhadap program "AKSI Pangan" yang digulirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya sinergi kebijakan dalam mengakselerasi inklusi keuangan untuk mendukung Program Nawa Cita guna mewujudkan kedaulatan pangan.

Penyaluran KUR di NTB tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari acara Sosialisasi Program Aksi Pangan dan Field Trip di di Kecamatan Pringgarata, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (14/9).

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPR RI Komisi XI Daerah Pemilihan NTB Wilgo Zainar, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. Pada kesempatan tersebut, ketiganya menyempatkan diri untuk menyerahkan secara simbolis KUR BNI kepada nasabah sebagai upaya percepatan pertumbuhan Akselerasi Keuangan.

Pada kesempatan tersebut, BNI menyalurkan KUR kepada sebanyak 50 penerima. Para penerima KUR BNI tersebut berasal dari berbagai latar belakang mata pencaharian, seperti pembudidaya ikan nila, peternah ayam petelur dan pedaging, pedagang sayur-sayuran, pedagang makanan, pelaku usaha pengolahan makanan kecil, hingga pedagang sembako. Suku bunga pinjamannya ditetapkan 9% dan dengan nilai KUR yang disalurkan pada kisaran Rp 5 juta hingga RP 200 juta.

“Penyaluran KUR di Lombok Tengah ini akan menambah total kucuran KUR yang telah dilakukan BNI di wilayah kerja Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Dimana penyaluran KUR BNI di Wilayah Bali, NTT & NTB hingga April 2017 telah mencapai Rp 1,09 triliun untuk 3.983 debitur,” ujar Corporate Secretary BNI Kiryanto dalam rilis yang diterima KONTAN, Kamis (14/9).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×