kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.085
  • SUN98,24 -0,14%
  • EMAS600.960 -1,65%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

BNI Life memacu lini bisnis employee benefit

Senin, 16 Mei 2016 / 10:48 WIB

BNI Life memacu lini bisnis employee benefit
Berita Terkait

JAKARTA.  Berlakunya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 24 sejak 2015 lalu menjadi peluang bisnis bagi perusahaan asuransi. Maklum, di PSAK itu ada ketentuan yang mewajibkan perusahaan mencadangkan dana untuk para pekerja.

Atas dasar itu, PT BNI Life Insurance (BNI Life) optimistis pada tahun ini lini bisnis employe benefit bisa tumbuh hingga 30%. Sebagaimana diketahui, PSAK 24 mewajibkan perusahaan atau pemberi kerja mencadangkan dana untuk mengantisipasi beban yang harus dikeluarkan pada saat tertentu semisal untuk biaya pensiun sampai pesangon.

Aturan tersebut diyakini akan membuat lini employee benefit menjadi bisnis yang menjanjikan. Denny Riadhi, Vice President Head of Employee Benefit BNI Life mengatakan, potensi bisnis employee benefit amat menjanjikan. Sebab, belum banyak perusahaan yang menjalankan kewajiban tersebut.

Anak usaha Bank Negara Indonesia (BNI ini menargetkan dana kelolaan naik 30% jika dibanding realisasi tahun lalu. Pada 2015, dana kelolaan dari employe benefit baru mencapai Rp 250 miliar dari 100 perusahaan yang bergabung dalam employee benefit dengan BNI Life.

Dengan target pertumbuhan 30%, artinya hingga akhir tahun dana kelolaan bisa menembus Rp 325 miliar. Jika kondisi ekonomi semester kedua membaik, Denny yakin, target itu dapat tercapai.

BNI Life melihat potensi perusahaan yang bertransformasi menjadi perusahaan terbuka, paling berpeluang untuk memiliki employe benefit. Sehingga, mereka mau tidak mau akan menyisihkan dana cadangan kewajiban pasca kerja bagi karyawannya.

Dengan mengalihkan pengelolaan dana yang dicadangkan ke pihak ketiga yakni perusahaan asuransi, pemberi kerja mendapat sejumlah manfaat. Antara lain, besaran pajak dan liabilitas yang dicatatkan pemberi kerja bakal berkurang.

Pemberi kerja pun tak harus merogoh uang terlalu besar saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dana yang diperlukan sudah disiapkan secara bertahap.

Saat ini portofolio investasi BNI Life untuk employee benefit sebanyak  80% berada di deposito. Lalu sisanya yakni 20% tersebar di saham, reksadana, dan obligasi.

Penempatan investasi pada deposito didasari pilihan dari perusahaan yang menginginkan likuiditas cepat. Andai terjadi PHK, perusahaan bisa mencairkan  dananya lebih cepat. "Nasabah (perusahaan) memang mencari yang konservatif," ungkap Denny.

Sebelumnya, Geger Maulana, Wakil Direktur Utama BNI Life mengatakan, pihaknya memang memacu lini bisnis employee benefit dengan menggarap lebih dari 2.000 nasabah korporasi dari grup usaha BNI.

BNI Life akan memanfaatkan jaringan induk usahanya untuk berjualan produk asuransi kesehatan dan saving plan bagi para pegawai. Plus, produk asuransi purna jabatan bagi para direksi dan komisaris perusahaan.

Kerjasama dengan BNI bakal menjadi bagian strategi jangka menengah BNI Life. Adapun target pasarnya adalah menggarap seluruh korporasi dan usaha kecil menengah yang menjadi debitur BNI.


Reporter: Tendi Mahadi
Editor: Dupla Kartini

TARGET BISNIS ASURANSI

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0500 || diagnostic_web = 0.2768

Close [X]
×