: WIB    --   
indikator  I  

Bunga The Fed naik, margin bunga stabil

Bunga The Fed naik, margin bunga stabil

JAKARTA. Kendati ada ancaman pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga The Fed, bankir optimistis tetap bisa mencetak margin tebal. Keyakinan ini tercermin dari ramalan bankir yang menargetkan rasio margin bunga bersih (NIM) masih lebih tinggi dari 5% di akhir tahun.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri menjelaskan, banknya akan mempertahankan NIM di kisaran 5,6%. "Sampai akhir 2017 diperkirakan NIM akan stabil di angka 5,6%," ujar Tiko sapaan akrab Kartika, akhir pekan lalu.

Senada, Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury Bank Tabungan Negara (BTN) mengatakan, sampai akhir 2017 NIM BTN diperkirakan sebesar 4,5%-5%. Proyeksi ini lebih tinggi dari posisi NIM sebesar 4,37% di Mei 2017.

Iman bilang, BTN akan memantau ketat pergerakan peningkatan pendapatan bunga kredit dan penghematan biaya bunga dana masyarakat untuk mempertebal NIM.

Aslan Lubis, analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, sampai April 2017 rasio NIM perbankan sebesar 5,35%. Angka ini turun tipis 21 basis poin (bps) ketimbang Mei 2016 sebesar 5,56%.

Aslan memperkirakan, kenaikan bunga The Fed di pekan lalu belum berimbas besar terhadap pergerakan suku bunga perbankan nasional. Sebab, suku bunga acuan BI 7DRR belum berubah.

"Margin bunga bersih diperkirakan tidak akan banyak berubah sampai akhir tahun, berada di angka 5,2% sudah bagus," ujar Aslan.

Lantaran sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed di sepanjang tahun ini, para bankir memacu kenaikan porsi dana murah agar margin tetap tebal. Wan Razly Abdulllah, Direktur Strategi dan Keuangan CIMB Niaga mengatakan, pihaknya memburu dana murah lewat investasi jumbo digital banking dan pelayanan nasabah.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) menuturkan, pihaknya akan mendongkrak margin dengan ekspansi aset produktif. Herry memprediksi, rasio NIM BNI akan berada di angka 5,5%-6% di kuartal II-2017. Proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi NIM sebesar 6,6% di kuartal II-2016.

Sementara BTN akan mencari dana murah dan memacu kredit yang memberikan imbal hasil (yield) lebih tinggi.

Margin tinggi

Yang jelas, rasio margin bunga bersih perbankan Indonesia yang rata-rata berada di kisaran 5%. jauh lebih tinggi ketimbang perbankan di kawasan ASEAN. Hingga akhir Maret 2017, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyabet predikat sebagai bank dengan NIM tertinggi yakni 8,08%.

Sementara, NIM paling minim dipegang Bank Permata yakni sebesar 3,45%. Toh begitu, margin bank patungan Grup Astra dan Standard Chartered ini masih lebih tinggi ketimbang lima bank besar di ASEAN. Contoh, NIM UOB hanya 1,74%.


Reporter Galvan Yudistira
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

KINERJA BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]