kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.834   6,00   0,04%
  • IDX 8.085   52,83   0,66%
  • KOMPAS100 1.138   6,44   0,57%
  • LQ45 824   3,38   0,41%
  • ISSI 286   2,40   0,84%
  • IDX30 429   2,03   0,48%
  • IDXHIDIV20 516   2,73   0,53%
  • IDX80 127   0,70   0,55%
  • IDXV30 140   0,92   0,66%
  • IDXQ30 140   0,76   0,54%

BTN Masih Enggan Naik Kelas ke KBMI IV, Ini Alasannya


Selasa, 10 Februari 2026 / 09:26 WIB
BTN Masih Enggan Naik Kelas ke KBMI IV, Ini Alasannya
ILUSTRASI. BTN memilih menjaga return on equity (ROE) daripada menambah modal besar-besaran untuk naik kelas ke KBMI IV.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan kelas ke Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV masih belum menjadi prioritas utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dalam waktu dekat. Bank saat ini lebih memilih menjaga profitabilitas, khususnya return on equity (ROE), dibandingkan menambah modal besar-besaran.

Itu disampaikan Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu. Menurutnya, penambahan modal yang terlalu agresif justru berpotensi menekan tingkat pengembalian kepada investor.

“Kita jaga ROE dulu. Kalau modal kebanyakan tapi return turun, investor juga tidak suka,” ujar Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menurut Nixon, struktur bisnis BTN yang fokus pada pembiayaan perumahan membuat kebutuhan modal perseroan relatif lebih efisien dibandingkan bank lain. Hal ini tercermin dari rendahnya aset tertimbang menurut risiko (ATMR) BTN.

Baca Juga: RUPSLB Setujui Perubahan Direksi Bank Sinarmas (BSIM), Berikut Susunan Terbaru

Ia menjelaskan, ATMR kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi hanya sebesar 20%. Artinya, untuk setiap penyaluran kredit Rp 100, BTN hanya perlu menyediakan modal Rp 20. Sementara itu, KPR non-subsidi memiliki ATMR sekitar 30%.

“Kalau dikombinasikan, ATMR kita itu hanya sekitar 20%. Bandingkan dengan bank yang fokus di korporasi, ATMR-nya bisa 100%,” jelas Nixon.

Dengan ATMR yang rendah, Nixon menilai BTN tak membutuhkan modal jumbo untuk mendorong pertumbuhan aset dan kredit. Bahkan, ia menyebut BTN sebagai bank dengan tingkat efisiensi modal tertinggi di Indonesia.

“Kalau rasio kredit atau aset dibagi modal, BTN itu paling tinggi, bisa sampai 20 kali lipat. Penggandaan modal jadi aset di kita paling besar,” kata Nixon.

 

Meski demikian, Nixon tidak menutup kemungkinan BTN naik kelas ke KBMI IV di masa depan. Namun, langkah tersebut akan ditempuh secara alami seiring pertumbuhan bisnis, bukan melalui suntikan modal yang dipaksakan.

“Pengen ya pengen. Tapi nggak diniatin amat-amat. Kalau ATMR masih rendah, buat apa modal digedein? Lebih efisien aset bisa tumbuh tanpa modal besar,” pungkasnya.

Selanjutnya: 7 Film Romantis Realistis Penuh Pahit dan Manis Percintaan, Ada Kisah Anda?

Menarik Dibaca: 7 Film Romantis Realistis Penuh Pahit dan Manis Percintaan, Ada Kisah Anda?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×