: WIB    —   
indikator  I  

Dana kelolaan Mandiri DPLK menggemuk jadi Rp 8 T

Dana kelolaan Mandiri DPLK menggemuk jadi Rp 8 T

KONTAN.CO.ID - Hingga akhir Agustus 2017, Mandiri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mencatatkan kinerja kinclong. Di periode ini, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk tersebut telah mengantongi asset under management (AUM) sebesar Rp 8 triliun.

Direktur Utama Mandiri DPLK Syah Amondaris menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu kenaikannya signifikan dan melebihi angka dobel digit. Hal ini lantaran terdongkrak oleh jumlah perusahaan yang meningkat untuk menempatkan dananya di Mandiri DPLK.

Hingga periode ini, Mandiri DPLK telah mengelola sebanyak 213 perusahaan dan diharapkan terus meningkat hingga 250 perusahaan hingga akhir tahun ini.

Syah menyebut, 2015 lalu dana kelolaan Mandiri DPLK baru mencapai Rp 4,7 triliun dan perlahan terus meningkat sebesar Rp 7,5 triliun hingga akhir Desember 2016 lalu.

"Kami harapkan bisa tembus Rp 10 triliun sampai akhir tahun ini. Tapi dengan catatan pertumbuhan ekonomi membaik juga tidak ada perusahaan yang tutup di sisa akhir tahun ini," tambah Syah.

Asal tahu saja, dari nominal dana kelolaan tersebut saat ini portofolio bisnis dari segmen korporasi masih penyumbang terbesar yakni 70% dan sisanya lagi berasal dari segmen rotel 30%. Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan bisnis di segmen ritel karena peluang dan potensinya masih cukup besar.

"Kita akan terus melakukan sosialisasi mengenai manfaat dana pensiun. Karena ini merupakan hal penting untuk masa depan," ungkapnya.

Saat ini, Mandiri DPLK telah memiliki 100.000 peserta. Nah dari total tersebut saat ini 70% berasal dari peserta ritel.

Adapun portofolio investasi Mandiri DPLK saat ini yakni ditempatkan 54% di pasar uang lalu 20% obligasi dan sisanya ditempatkan di saham.

Dengan turunnya suku bunga, Syah menyebut, berencana untuk memindahkan portofolio investasi deposito ke instrumen lain. Namun, ia masih melihat instrumen mana yang akan diperbesar dari pemindahan tersebut.

"Kami punya instrumen pasar uang, obligasi dan saham dan masih kita lihat instrumen mana yang cukup menarik," kata Syah. 


Reporter Umi Kulsum
Editor Dessy Rosalina

DANA PENSIUN

Feedback   ↑ x
Close [X]