KEUANGAN
Berita
Market share kartu kredit Citibank tumbuh 20%

BISNIS KARTU KREDIT

Market share kartu kredit Citibank tumbuh 20%


Telah dibaca sebanyak 1115 kali
Market share kartu kredit Citibank tumbuh 20%

JAKARTA. Pertumbuhan kartu kredit di Indonesia yang cukup pesat ternyata juga dirasakan Citibank Indonesia (Citi Indonesia).

Chief Country Officer Citi Indonesia Tigor M Siahaan mengaku, meski sempat kena sanksi dari Bank Indonesia (BI) yang melarang bank menggaet nasabah karena kasus kekerasan, market share Citi langsung tumbuh 20% begitu suspen dibuka. Saat ini, total kartu kredit beredar milik Citi mencapai 1,5 juta.

"Dua per tiga transaksi berasal dari corporate card. Walaupun consumer card pertumbuhannya juga bagus," jelasnya, Rabu (21/11). Penggunaan corporate card akan terus digenjot Citi karena sektor ini tengah tumbuh di Indonesia.

Menanggapi rencana BI yang akan segera membatasi kepemilikan kartu kredit melalui Surat Edaran Nomor 14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), Citi mengaku tak khawatir kehilangan pangsa pasar.

"Secara spirit sangat bagus supaya orang hati-hati, tapi mesti liat penerapannya bagaimana. Pelaksanaannya mesti dijaga supaya smooth, ini memang tidak mudah," jelasnya.

Perlu diketahui, dalam aturan tersebut nasabah yang memiliki penghasilan antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta per bulan dilarang memiliki kartu lebih dari dua penerbit.

Telah dibaca sebanyak 1115 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..