: WIB    --   
indikator  I  

MTF: Pinjaman asing lebih murah 1%-2%

MTF: Pinjaman asing lebih murah 1%-2%

KONTAN.CO.ID - Pinjaman sindikasi asing menjadi salah satu opsi pendanaan yang diincar oleh perusahaan pembiayaan. Salah satu alasannya karena potensi untuk bisa mengantongi dana dengan beban yang lebih ringan pada saat ini.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprhadi menyebut, cost of fund yang lebih kecil lewat pencarian dana yang lebih murah dari pinjaman sindikasi asing memang bergantung pada sejumlah hal. Diantaranya dari kondisi pasar di dalam maupun luar negeri.

Secara umum, biaya dana dari pinjaman luar negeri tentunya memang lebih rendah dari pinjaman yang bisa didapat dari dalam negeri. Namun untuk menghindari risiko seperti nilai tukar yang fluktuatif maka perlu dilakukan hedging yang akan menambah biaya bunga yang harus ditanggung.

Untungnya, ia menyebut kondisi pasar pada saat ini sedang dalam rentang yang positif. Dus, meski digabung dengan biaya hedging, beban bunga yang ditanggung MTF dari pinjaman asing tetap lebih enteng.

"Kalau pinjaman offshore-nya dihedging mungkin selisih dengan pinjaman rupiah dari dalam negeri negeri saat ini sekitar 1% hingga 2%," katanya akhir pekan lalu.

Menurutnya, MTF mendapatkan pinjaman asing sebesar US$ 200 juta belum lama ini. Diantaranya didapat dari sejumlah investor di Asia.

Ke depan, Arya melanjutkan, pihaknya tetap menggunakan kombinasi pinjaman dari luar negeri berbentuk dollar dan pinjaman dari dalam negeri dalam bentuk rupiah ditambah dengan obligasi.

Saat ini, komposisi pendanaan dari MTF masih didominasi dari joint financing dengan Bank Mandiri sebesar 60% dan 20% lainnya dari pinjaman bank lokal lain. Sementara dari obligasi dan pinjaman asing porsinya masing-masing sebesar 10%.


Reporter Tendi Mahadi
Editor Dupla Kartini

INDUSTRI PEMBIAYAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]