kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca Lebaran 2026


Rabu, 11 Februari 2026 / 14:07 WIB
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca Lebaran 2026
ILUSTRASI. BRI Finance (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap terjaga pasca periode Lebaran 2026.

Direktur Utama BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan, momentum Lebaran umumnya diikuti dengan meningkatnya aktivitas ekonomi yang turut mendukung kemampuan pembayaran nasabah. Karena itu, BRI Finance memandang risiko kenaikan NPF masih dapat dikelola sesuai dengan batasan risiko yang telah ditetapkan.

“Secara umum, perusahaan memproyeksikan rasio NPF pasca periode Lebaran 2026 masih berada dalam level yang terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan,” ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (10/2/2025).

Baca Juga: WOM Finance Proyeksikan Pertumbuhan Piutang Pembiayaan Bersih Capai 6% pada 2026

Meski demikian, BRI Finance memperkuat monitoring portofolio melalui early warning system serta menjaga kualitas proses analisa pembiayaan. Multifinance ini juga menerapkan pendekatan persuasif serta menyediakan solusi restrukturisasi yang sesuai bagi nasabah yang membutuhkan.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, BRI Finance memperkuat proses underwriting dan seleksi profil nasabah, sekaligus meningkatkan monitoring portofolio secara berkelanjutan. Menjelang dan setelah Lebaran, perusahaan juga memperkuat komunikasi dan edukasi kepada nasabah guna menjaga kelancaran pembayaran.

"Kami mengedepankan pendekatan persuasif dalam proses penagihan dengan memperhatikan kondisi serta kemampuan pembayaran masing-masing nasabah," kata Wahyudi.

Berdasarkan data terakhir, Wahyudi menyebut, rasio NPF BRI Finance masih berada dalam level yang terjaga dan sesuai dengan batasan risiko yang ditetapkan manajemen. 

Baca Juga: Cost of Fund Turun, Adira Finance Masih Timbang Penurunan Bunga Pembiayaan

Selanjutnya: Buras Australia Tembus 9.000 Poin Rabu (11/2), Bank-Bank Menguat Berkat Laba CBA

Menarik Dibaca: Cara Mencegah Hidden Hunger pada Anak, Orang Tua Perlu Perhatikan Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×