: WIB    --   
indikator  I  

Proyek marak, bisnis surety bond semarak

Proyek marak, bisnis surety bond semarak

JAKARTA. Upaya pemerintah memacu proyek infrastruktur menjadi berkah bagi bisnis surety bond atau penjaminan. Premi surety bond diperkirakan bakal tumbuh dua digit.

Ketua Bidang Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna bilang, tahun ini anggaran belanja infrastruktur pemerintah mencapai Rp 346 triliun. Bujet tersebut naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 317 triliun. Ia yakin, kenaikan anggaran infrastruktur akan mendongkrak bisnis asuransi penjaminan proyek.

Dadang optimistis lini bisnis ini akan mampu melanjutkan tren positif yang dicapai pada tahun lalu dan berpotensi tumbuh hingga dua digit. "Bisnis ini terbilang menjanjikan karena punya klaim rasio yang sehat," kata Dadang, akhir pekan lalu.

Catatan AAUI, di tahun 2016, perolehan premi industri asuransi umum dari lini bisnis asuransi penjaminan menyentuh Rp 1,98 triliun. naik 29,3% dibandingkan tahun 2915 sebanyak Rp 1,53 triliun. Asuransi penjaminan ini menjadi salah lini usaha yang tumbuh signifikan di tengah perlambatan premi asuransi umum.

Dus, pangsa pasar asuransi penjaminan dibanding total bisnis asuransi umum naik dari 2,6% di 2015 menjadi 3,2% per akhir tahun lalu. Dalam rentang waktu yang sama, rasio klaim lini bisnis ini justru bisa ditekan dari 31,4% menjadi 21,4%. Sedangkan klaim turun 12% secara year on year menjadi Rp 424,3 miliar.

Konsorsium baru

Peluang dari proyek infrastruktur ini pun mendorong sejumlah pelaku usaha untuk membentuk konsorsium asuransi penjaminan baru. Adalah Konsorsium Penjamin Idonesia (KPI) yang baru mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September tahun lalu.

KPI terdiri dari sembilan perusahaan. PT Asuransi Jasa Tania (Jastan) yang bertindak sebagai pemimpin konsorium. Anggotanya, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Bosowa Asuransi, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda, PT Asuransi Kresna Mitra, PT ASuransi Bhakti Bayangkara, PT Asuransi Asoka Mas, PT Asuransi Mega Pratama, dan PT Asuransi Tugu Kresna Pratama.

Direktur Utama Jastan Basran Damanik bilang dengan pembentukan konsorsium ini, pihaknya bisa memiliki kapasitas lebih besar dalam berbisnis asuransi penjaminan. Terutama untuk proyek-proyek skala besar.

Proyek-proyek di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menjadi prioritas. KPI mempunyai 117 jaringan pemasaran tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Ke depan kami akan kembangkan untuk menjamin proyek di kementerian lain atau di lingkungan BUMN dan BUMD," tutur Basran. Dengan kehadiran KPI maka ada tiga konsorsium yang bisa menjajakan asuransi penjaminan di Indonesia. Sebelumnya sudah ada Konsorsium Penjaminan Proyek dan Konsorsium Jaminan Surety Bond.

PT Asuransi Sinar Mas juga memacu lini bisnis ini. Direktur ASM Dumasi MM Samosir bilang dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan bisnis surety bond selalu mencapai dua digit. "Di sisi profit, bisnis ini juga lumayan tebal," imbuh Dumasi.


Reporter Tendi Mahadi

KINERJA PERUSAHAAN PENJAMINAN

Feedback   ↑ x