kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Dominasi BSI Belum Tertandingi, OJK Masih Cari Penantang Baru


Kamis, 16 Juli 2026 / 05:38 WIB
Dominasi BSI Belum Tertandingi, OJK Masih Cari Penantang Baru
ILUSTRASI. Agen laku pandai BSI Smart (Dok/BSI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan bank syariah berskala besar untuk menyaingi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) belum menunjukkan hasil.

Meski industri perbankan syariah terus mencatat pertumbuhan, struktur pasar masih didominasi BSI sehingga peta persaingan diperkirakan belum berubah dalam waktu dekat.

Data OJK menunjukkan aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) hingga April 2026 mencapai Rp 1.426,3 triliun atau tumbuh 12,1% secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan meningkat 10,83% menjadi Rp702,77 triliun.

Baca Juga: OJK Temukan Modus Baru Serupa Malahayati dalam Kasus Penyelesaian Utang

Pertumbuhan tersebut turut mendorong pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah menjadi 8,06%, naik dari 7,96% pada April 2025. Saat ini terdapat 14 BUS dan 18 UUS yang beroperasi di Indonesia.

Namun, dominasi BSI masih sangat kuat. Per April 2026, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp331,5 triliun atau menguasai sekitar 47,17% pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah nasional.

Di sisi lain, Bank Syariah Nasional (BSN) yang terbentuk dari konsolidasi Unit Usaha Syariah BTN dan Bank Victoria Syariah masih memiliki skala usaha yang jauh lebih kecil.

Hingga April 2026, BSN membukukan aset sekitar Rp77,2 triliun dengan pembiayaan Rp50,46 triliun.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai pertumbuhan industri belum diikuti peningkatan skala usaha yang memadai.

"Industri perbankan syariah membutuhkan kebijakan strategis untuk memperbesar skala usaha," kata Sutan, Rabu (15/7).

Baca Juga: OJK Siapkan Strategi Baru Dongkrak Kredit UMKM yang Terkoreksi pada 2025

Menurut dia, aset perbankan syariah hingga Mei 2026 tumbuh 11,07% secara tahunan, tetapi pangsa pasarnya masih bertahan di kisaran 7%.

Selama ini, kenaikan pangsa pasar lebih banyak didorong kebijakan konsolidasi dan konversi bank, seperti pembentukan BSI. Akibatnya, struktur industri masih timpang dengan BSI yang telah memiliki aset lebih dari Rp460 triliun.

Karena itu, KNEKS menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak bank syariah berskala besar agar kompetisi semakin sehat.

Kehadiran BSN serta rencana pemisahan (spin off) CIMB Niaga Syariah dinilai menjadi langkah positif, meski keduanya masih perlu memperbesar kapasitas agar mampu bersaing dengan BSI.

OJK pun memastikan agenda membentuk bank syariah besar lain masih berlanjut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pembahasan dengan sejumlah bank syariah masih berlangsung setelah berdirinya BSN.

Namun, ia belum mengungkap bank yang terlibat maupun skema konsolidasi yang akan ditempuh.

Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru, Batasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Bank

Sementara itu, Direktur Syariah Bank CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, mengatakan pihaknya masih menunggu persetujuan OJK untuk proses spin off.

CIMB Niaga Syariah menargetkan menjadi bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia pada 2030 dengan aset di atas Rp100 triliun, meningkat dari sekitar Rp58,8 triliun saat ini.

Pandji menegaskan perseroan belum memiliki rencana merger maupun akuisisi. Meski demikian, perusahaan tetap membuka peluang apabila terdapat langkah strategis yang dapat memperkuat bisnis.

Baca Juga: OJK: Aturan Free Float 15% Wajib Dipenuhi bagi Perusahaan yang Melantai Tahun Ini

Di sisi lain, Direktur BCA Syariah Pranata menilai perluasan pangsa pasar perbankan syariah tidak hanya bergantung pada konsolidasi.

Menurutnya, inovasi produk dan layanan serta peningkatan literasi keuangan syariah di masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×