KEUANGAN
Berita
Semilir PBI Alih Daya bagi karyawan perbankan

OUTSOURCING PERBANKAN

Semilir PBI Alih Daya bagi karyawan perbankan


Telah dibaca sebanyak 3997 kali
Semilir PBI Alih Daya bagi karyawan perbankan

JAKARTA. Terbitnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Alih Daya alias PBI outsourcing bagaikan angin segar bagi Rulan, karyawati di sebuah bank pelat merah. Penantiannya untuk memperoleh status yang lebih pasti di bank tempatnya bekerja boleh jadi bakal segera berakhir.

“Sebenarnya wacana mengenai peraturan outsourcing sudah kami dengar sejak tahun 2010 tapi mungkin butuh waktu lama untuk merealisasikannya,” ujar Rulan yang sehari-hari bekerja sebagai customer service.

Rulan bekerja dengan status outsource sejak 2008 melalui penerimaan di salah satu perusahaan vendor. Setelah hampir tiga tahun bekerja, Juni 2011 lalu Wulan pun dipanggil untuk mengikuti tes pengangkatan calon pegawai tetap. Namun, hingga hari ini ia belum memperoleh hasil pengumuman.

“Info yang kami dapat, katanya masih diproses,” tutur Rulan.

Berbeda dengan Rulan yang masih menanti pengumuman pengangkatan, Nuri justru langsung meninggalkan kantor lamanya di sebuah bank swasta karena tak kunjung ada kepastian soal status pekerjaan. Di bank tersebut Nuri bekerja di divisi cash management. Ia hengkang dari bank tersebut lalu melamar di salah satu bank pelat merah. Sekarang, di tempat kerjanya yang baru Nuri menempati posisi teller dan tak lagi outsource.

“Soalnya di sini sistem kontraknya langsung di bawah bank. Buat teller juga ada kontrak sampai usia 35 tahun. Cuma kan kita tidak mungkin selamanya menjadi teller. Tunjukkan kinerja saja,” terang Nuri.

Sekedar mengingatkan, PBI Alih Daya menyebutkan perbankan hanya diperkenankan mengalih dayakan pekerjaan penunjang kepada perusahaan outsourcing. Ada tiga hal yang menjadi spesifikasi dari pekerjaan penunjang, yakni berisiko rendah, tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi yang tinggi di bidang perbankan dan tidak terkait langsung dengan proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi operasional bank.

Contoh pekerjaan penunjang antara lain call center, pemasaran (telemarketing, direct sales/ sales representative), penagihan, jasa kurir, sekuriti, messenger, office boy dan sekretaris. Sedangkan, pekerjaan seperti customer service, customer relation dan teller, account officer tak boleh lagi dialih dayakan oleh bank.

Rulan dan Nuri boleh jadi mewakili pekerja outsource lainnya di perbankan. Mereka berharap dengan terbitnya PBI Alih daya akan semakin mempertegas kepastian status mereka sebagai karyawan. Tentu hal ini termasuk peningkatan kesejahteraan seperti dimasukkannya tunjangan, bonus, maupun upah lembur ke dalam penghitungan gaji secara lebih adil.

Perbankan yang menggunakan tenaga outsource seharusnya juga menyadari peningkatan kualitas bukan hanya diukur dari pengembangan infrastruktur, perluasan jaringan, pengembangan unit kerja ataupun peningkatan jumlah nasabah. Akan tetapi, juga mencakup Sumber Daya Manusia, yang di dalamnya terdapat para pekerja outsource.

“Saya yakin dengan memperjelas status kepegawaian outsource akan meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan yang akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan,” ungkap Rulan.

Bank siapkan jalur pengangkatan

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Muhammad Ali mengungkapkan BRI sudah menyiapkan jalur karier bagi para pekerja outsource. Apabila selama dua tahun karyawan tersebut berkinerja baik, maka pada tahun berikutnya akan diberi kesempatan untuk mengikuti tes menjadi pekerja tetap.

“Mengapa dua tahun? Karena kami menganggap waktu tersebut cukup untuk melakukan pengamatan atau penilaian tentang team work, kinerja, dan integritas,” ujar Ali kepada KONTAN, Selasa (20/12).

Terkait jumlah karyawan outsource yang kemungkinan akan diangkat sebagai karyawan tetap tahun depan pasca terbitnya PBI Alih Daya, Ali belum dapat menyebutkan. Catatan saja, pekerjaan di BRI yang saat ini masih dialih dayakan antara lain petugas call centre, pengantar surat, teller dan customer service.

“Jumlahnya berapa (yang diangkat) tentu tergantung dari hasil seleksi akhir. Prinsip apa yang telah ditetapkan oleh regulator akan kita penuhi,” pungkas Ali.

Telah dibaca sebanyak 3997 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..