Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Kelompok kerja (pokja) pembiayaan kemaritiman Industri Keuangan Non Bank (IKNB) berencana meluncurkan produk pembiayaan kelautan dan perikanan di acara Jaring pada tanggal 11 Mei 2015. Aksi kick-off tersebut akan bertempat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Tercatat ada 12 perusahaan pembiayaan (multifinance) yang sudah mendaftarkan diri menjadi anggota konsorsium pembiayaan kemaritiman, yakni PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL), PT BFI Finance Indonesia Tbk, PT Federal International Finance, Astra Credit Companies (ACC), PT Dipo Star Finance, PT Hasjrat Multifinance, PT Indomobil Finance Indonesia, PT Pro Car International Finance, PT Mandiri Tunas Finance, PT Pro Mitra Finance, PT SMFL Leasing Indonesia, serta PT Bosowa Multi Finance.
"Selain itu, ada juga 20 perusahaan asuransi jiwa, dua asuransi umum dan dua perusahaan penjaminan yang ikut berpartisipasi dan tergabung dalam pokja ," ujar Edy Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (4/5).
Berdasarkan data terbaru, total pembiayaan (outstanding) kemaritiman multifinance berkisar Rp 2,8 triliun. Konsorsium multifinance menargetkan penyaluran kredit pembiayaan kelautan dan perikanan sebanyak Rp 500 miliar untuk tahun 2015 ini.
Untuk tahap pertama, mereka menyasar tujuh lokasi yaitu Klungkung, Jogjakarta, Batam, Makassar, Kendari, Sukabumi, dan Sibolga. Mereka juga akan membiayai beberapa industri, mulai dari industri pemindangan ikan, pengolahan ikan, tempat pelelangan ikan, koperasi nelayan dan sarana pelabuhan terpadu swasta, penjualan ikan dan industri galangan kapal, hingga pendaratan ikan dan kawasan industri terpadu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News