kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

AAUI Catat Premi Asuransi Umum Rp 31,11 Triliun, Tumbuh 1,92% pada Kuartal I-2026


Rabu, 17 Juni 2026 / 20:26 WIB
AAUI Catat Premi Asuransi Umum Rp 31,11 Triliun, Tumbuh 1,92% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Suasana kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi industri asuransi umum mencapai Rp 31,11 triliun pada kuartal I-2026. Nilai tersebut meningkat 1,92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset & Analisis Heri Supriyadi menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan premi industri asuransi umum tersebut mencapai sekitar Rp 587 miliar dibandingkan kuartal I-2025.

“Secara umum peningkatannya menjadi 1,92% year on year (YoY) atau meningkat dari tahun lalu sekitar Rp 587 miliar,” ujarnya dalam paparan kinerja industri asuransi umum di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Pandu Halim Perkasa Adjuster

Secara rinci, AAUI mencatat lini properti masih menjadi kontributor terbesar terhadap premi industri dengan pangsa pasar sebesar 26,7%. Dari kinerja, pendapatan premi lini properti mencapai Rp 8,31 triliun atau meningkat 6,5% YoY.

Selanjutnya, asuransi kendaraan bermotor berkontribusi 17,3%, dengan premi sebesar Rp 5,39 triliun atau tumbuh 2,9% YoY. Asuransi kesehatan memiliki porsi 14,9%, dengan premi mencapai Rp 4,63 triliun. Kemudian asuransi kredit dengan porsi 13,2%, preminya mencapai Rp 4,10 triliun, tumbuh 3,2% YoY.

Heri menilai kondisi ekonomi makro masih mendukung pertumbuhan industri asuransi. Ia menilai, pertumbuhan kredit sebesar 8,9% secara tahunan, peningkatan likuiditas M2 sebesar 9,7%, serta pertumbuhan ekspor sebesar 3,1% menjadi faktor positif bagi industri.

“Jadi secara umum kondisi kredit ini mestinya sangat positif untuk industri asuransi,” lanjut Heri.

Berdasarkan lini usaha, premi energy on shore mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 185,6% YoY menjadi Rp 178 miliar pada kuartal I-2026, dari Rp 62 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan juga terjadi pada lini health insurance sebesar 23% menjadi Rp 4,63 triliun, marine hull naik 15,4% menjadi Rp 1,08 triliun, miscellaneous tumbuh 13,3% menjadi Rp 1,75 triliun, serta properti meningkat 6,5% menjadi Rp 8,31 triliun.

Di sisi lain, sejumlah lini usaha masih mengalami penurunan premi. Premi energy off shore turun 51,5% menjadi Rp 90 miliar, engineering merosot 44,4% menjadi Rp 965 miliar, dan personal accident terkoreksi 31,3% menjadi Rp 787 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: BCA Digital Gandeng Prodia, Hadirkan Ekosistem Aplikasi Keuangan dengan Kesehatan

Lebih lanjut, AAUI juga mencatat total klaim industri asuransi umum mencapai Rp 12,92 triliun pada kuartal I-2026 atau mengalami peningkatan sebesar 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, AAUI menilai fundamental industri asuransi umum dan reasuransi masih terjaga pada kuartal I-2026. Hal itu tercermin dari pertumbuhan premi pada sejumlah lini usaha, kenaikan laba, serta penguatan aset dan investasi industri.

Selain itu, sejumlah indikator kesehatan keuangan juga menunjukkan perbaikan. Ke depan, AAUI berharap industri terus memperkuat permodalan, kualitas underwriting, dan pengelolaan risiko untuk menghadapi berbagai tantangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×