kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025


Minggu, 22 Februari 2026 / 06:45 WIB
AAUI: Pendapatan Premi Reasuransi Mencapai Rp 17,82 Triliun per Akhir 2025
ILUSTRASI. Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan kinerja perusahaan reasuransi terkontraksi per akhir 2025.

Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik dan Riset AAUI Trinita Situmeang mengatakan pendapatan premi perusahaan reasuransi per akhir 2025 mencapai Rp 17,82 triliun. 

"Nilainya terjadi kontraksi sebesar 17,3%, jika dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Terkontraksi pada 2025, AAUI Beberkan Penyebabnya

Trinita menerangkan penyebab utama terkontraksinya premi reasuransi tersebut karena adanya premi-premi yang pindah ke luar negeri, sehingga terjadi penurunan untuk perusahaan reasuransi domestik.

Dia menjelaskan penurunan terbesar terjadi di lini yang sebelumnya bisa diserap preminya cukup besar, seperti asuransi marine cargo yang terkontraksi 11,6% secara Year on Year (YoY), kemudian asuransi rekayasa terkontraksi 10,8% secara YoY, lalu asuransi kecelakaan diri terkontraksi 55,2%, asuransi kredit juga turun signifikan sebesar 77,3% YoY. 

Lebih lanjut, berdasarkan paparan data AAUI per akhir 2025, kinerja reasuransi ditopang 3 lini utama, yakni properti dengan premi sebesar Rp 9,58 triliun, kemudian marine cargo sebesar Rp 1,32 triliun, lalu engineering atau rekayasa sebesar Rp 1,27 triliun.

Baca Juga: Menakar Dampak Tarif Resiprokal AS 19% Terhadap Industri Asuransi Indonesia

Sementara itu, Trinita mengatakan klaim yang dibayar perusahaan reasuransi mencapai Rp 6,65 triliun per akhir 2025. Nilainya mencatatkan perbaikan atau terkontraksi sebesar 24% secara YoY. 

Selanjutnya: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Presiden Prabowo

Menarik Dibaca: Ruang Penyimpanan Penuh? Ini Trik Rahasia iPhone & Android Tanpa Hapus Aplikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×