kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Terkontraksi pada 2025, AAUI Beberkan Penyebabnya


Minggu, 22 Februari 2026 / 05:23 WIB
Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Terkontraksi pada 2025, AAUI Beberkan Penyebabnya
ILUSTRASI. Premi asuransi kendaraan bermotor kontraksi 4,2% di 2025. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan premi industri asuransi umum dari lini asuransi kendaraan bermotor mengalami kontraksi per akhir 2025.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi asuransi umum dari lini asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 19,02 triliun per akhir 2025. Nilainya terkontraksi 4,2%, jika dibandingkan pencapaian per akhir 2024 yang sebesar Rp 19,86 triliun.

Mengenai hal itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan terkontraksinya premi di lini asuransi kendaraan bermotor tak terlepas dari lesunya penjualan kendaraan konvensional pada 2025.

"Kenapa terjadi kontraksi? Penjualan kendaraan konvensional itu turun signifikan," katanya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Laba Bersih Bank Mandiri (BMRI) Naik 16% Jadi Rp 4,65 Triliun di Januari 2026

Sebagai informasi, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, penjualan mobil secara wholesales atau dari pabrik ke diler sepanjang 2025 mencapai 803.687 unit. Jumlahnya turun 7,2%, dibandingkan posisi 2024 yang sebesar 865.723 unit.

Adapun penjualan kendaraan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit sepanjang 2025, atau melambat 6,3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Selain lesunya pasar otomotif, Budi mengatakan terkontraksinya premi asuransi kendaraan juga disebabkan perubahan preferensi masyarakat yang lebih memilih kendaraan berbasis listrik atau Electric Vehicle (EV).

Dia bilang banyak perusahaan asuransi yang belum mau memproteksi kendaraan listrik, dengan mempertimbangkan berbagai risikonya.

"Perusahaan asuransi tidak mau menutup asuransinya untuk berbasis EV. Jadi, hal itu juga menjadi tantangan di industri asuransi umum," ucapnya.

Baca Juga: BFI Finance (BFIN) Anggarkan Dana Buyback Saham Rp 100 Miliar dalam Tiga Bulan

Meskipun demikian, Budi menyampaikan industri asuransi umum tak menutup diri terkait perkembangan kendaraan listrik. Dia bilang pihaknya juga sudah bekerja sama dengan asosiasi asuransi di Malaysia dan Singapura untuk mencari cara menghadapi perubahan sesuatu yang baru. Diharapkan, tantangan tersebut bisa menjadi peluang bagi asuransi umum, dengan melakukan suatu mitigasi risiko yang tepat.

Asal tahu saja, lini asuransi kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor terbesar premi asuransi umum pada 2025. Secara keseluruhan, data AAUI mencatat, pendapatan premi asuransi umum per akhir 2025 mencapai Rp 112,81 triliun. Nilainya tumbuh 4,8%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara itu, AAUI mencatat total klaim yang dibayarkan industri asuransi umum per akhir 2025 sebesar Rp 48,96 triliun. Nilainya meningkat 4,1%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Selanjutnya: Promo Es Krim di Indomaret Weekend 22 Februari 2026, Aice Hemat 33%

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Jember Ramadan 2026 Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×