Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi industri asuransi umum tumbuh tipis 2,7% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 120,83 triliun di tahun 2025.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menerangkan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pendapatan premi industri tumbuh terbatas per akhir 2025.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, salah satu faktornya adalah daya beli domestik yang belum sepenuhnya pulih, yang tercermin dari menurunnya penjualan kendaraan bermotor sepanjang 2025.
"Selain itu, kondisi makro ekonomi global juga sangat memengaruhi, khususnya pada sektor korporasi," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Hasil Investasi Asuransi Umum Naik 13,5% per Akhir 2025, Ini Penjelasan AAUI
Budi menyampaikan permintaan asuransi komersial pada 2025 juga terbilang menghadapi hambatan karena sejumlah faktor. Dia bilang faktornya, yakni ketidakpastian ekonomi global, perlambatan perdagangan internasional, dinamika suku bunga, serta tekanan geopolitik, sehingga berdampak pada ekspansi usaha dan realisasi proyek-proyek korporasi.
"Perusahaan asuransi juga lebih selektif dalam akseptasi risiko untuk menjaga kualitas portofolio, sehingga pertumbuhan premi menjadi lebih moderat," tuturnya.
Lebih lanjut, Budi berharap kondisi tekanan perekonomian domestik maupun global tak berlangsung berkepanjangan. Dengan demikian, asuransi umum bisa meraih pertumbuhan yang lebih baik lagi ke depannya.
Berdasarkan data OJK, industri asuransi umum mencatatkan klaim bruto sebesar Rp 54,01 triliun per akhir 2025, atau tumbuh 4,3% secara YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













