kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

ABDA perbesar porsi asuransi properti untuk tingkatkan pendapatan premi


Kamis, 31 Maret 2011 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). Menjelang peralihan Sistem Informasi Debitur (SID) atau yang dikenal sebagai BI Checking dari Bank Indonesia ke OJK pada tahun 2018, Bank Indo


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ada banyak cara mendongkrak pertumbuhan bisnis asuransi. Sebut saja, PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk alias ABDA. Rencananya, perusahaan asuransi yang sudah go public itu bakal mempertebal portofolio bisnis properti menjadi sekitar 12% di sepanjang tahun ini dari posisi tahun sebelumnya, yakni10%.

Direktur Pemasaran ABDA Freddy Wijaya mengatakan, selama ini, lebih dari 70% bisnis perusahaan masih ditopang oleh pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor. Sisanya, kurang dari 30% berasal dari lini usaha asuransi properti, kecelakaan diri, kesehatan, pengangkutan kapal, termasuk surety dan penjaminan.

Memang Freddy melihat, peningkatan portofolio produk asuransi properti ini kelihatannya tidak banyak, yakni dari sekitar 10% di tahun lalu menjadi 12% di sepanjang tahun ini. "Tetapi, kami melihat, dari sisi nilai pertumbuhannya akan signifikan,” imbuh dia kepada KONTAN, Rabu (30/3).

Freddy menilai, kocek yang dipungut untuk premi asuransi properti masih setara dengan nilai pertanggungan jika risiko terjadi. Artinya, meskipun margin keuntungannya tipis, selama pengelolaan risikonya cukup baik, kekhawatiran klaim menggerus premi masih bisa ditekan.

Dia menghitung, kontribusi bisnis asuransi properti juga mampu mengerek perolehan premi perusahaan naik 15% hingga akhir 2011 jika dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp 622 miliar. Walaupun, target ini tidak seagresif pertumbuhan premi 2010 lalu yang tercatat melejit 33,4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, Rp 414 miliar.

Dari sisi laba, per 31 Desember 2010, ABDA mengantongi keuntungan sekitar 80% menjadi Rp 45,29 miliar dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 25 miliar. “Kenaikan laba tersebut terutama dipengaruhi oleh hasil underwriting yang tinggi dengan pengelolaan risiko yang cukup baik,” ujar Freddy.

Ada pun, hasil underwriting terkerek naik 33,3% dari Rp 69,4 miliar pada 2009 lalu menjadi Rp 92,6 miliar pada tahun berikutnya. Sementara itu, kekayaan perusahaan tercatat mencapai Rp 585 miliar atau tumbuh 44% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 327 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×