kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Zurich Life Prioritaskan Penempatan Investasi ke Instrumen Obligasi


Sabtu, 04 April 2026 / 14:01 WIB
Zurich Life Prioritaskan Penempatan Investasi ke Instrumen Obligasi
ILUSTRASI. PT Zurich Topas Life (Zurich) (DOK/PT Zurich Topas Life (Zurich))


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, porsi penempatan investasi industri asuransi komersial di instrumen emas terbilang masih sangat kecil. Per Januari 2026, nilainya sekitar Rp 3,4 miliar atau 0,0005% dari total investasi industri asuransi.

Terkait investasi di emas, PT Zurich Topas Life (Zurich Life) menyebut belum berfokus untuk mengalokasikan ke instrumen tersebut. Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui mengatakan saat ini, Zurich Topas Life memprioritaskan investasi pada aset dengan imbal hasil stabil jangka panjang, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi. 

Baca Juga: Hasil Investasi Tumbuh 207,77% pada 2025, Ini Penjelasan Zurich Life

"Langkah itu dilakukan untuk menjaga pemenuhan kewajiban kepada nasabah dengan prinsip kehati-hatian," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (3/4).

Meski demikian, Santy menerangkan pihaknya akan terus memantau berbagai peluang diversifikasi portofolio, termasuk emas, seiring dengan perubahan dinamika pasar dan kesesuaian profil risiko perusahaan.

Sementara itu, Santy mengungkapkan Zurich Life menerapkan sejumlah strategi dalam mengelola investasi pada 2026. Dia menyebut strategi pengelolaan investasi non-unitlink Zurich Life pada 2026 menitikberatkan pada penerapan Asset Liability Management (ALM), yang mana mengutamakan investasi pada instrumen yang stabil dan memiliki likuiditas tinggi, seperti surat berharga pemerintah.

Jika menilik laporan keuangan di situs resmi perusahaan, Zurich Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 2,59 triliun pada 2025. Adapun alokasi terbesarnya memang berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN), dengan nilai mencapai Rp 1,42 triliun atau porsinya mencapai 54,83%.

Baca Juga: Adira Finance Sebut Sejumlah Faktor Ini Bisa Dorong Permintaan Kendaraan Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×