kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat Program JHT Rp 10,2 triliun per Februari 2026


Sabtu, 04 April 2026 / 06:14 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat Program JHT Rp 10,2 triliun per Februari 2026
ILUSTRASI. Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO. ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan pembayaran manfaat atau klaim untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 10,2 triliun per Februari 2026. Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan pembayaran manfaat tersebut diberikan kepada 737 pekerja.

"Jumlah pekerja tersebut meningkat 31% secara Year on Year (YoY)," katanya kepada Kontan, Jumat (3/4).

Erfan menerangkan pekerja yang berakhir kontrak menjadi pengajuan klaim untuk program JHT tertinggi, yang mana memakan porsi sebesar 63% terhadap total klaim. Diikuti, klaim mengundurkan diri dengan porsi 17% dan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebesar 15%.

Baca Juga: Pembiayaan Emas Bank Syariah Melonjak pada Awal 2026, Ini Pendorongnya

Sementara itu, Erfan mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat atau klaim untuk program Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 227,8 miliar per Februari 2026, dengan total transaksi naik sebesar 9,46% YoY. Dia bilang terdapat 11.889 penerima manfaat baru pada 2026.

Lebih lanjut, Erfan mengatakan BPJS Ketenagakerjaan akan menerapkan upaya untuk menjaga pembayaran manfaat bisa tetap berkelanjutan. Dia menerangkan dalam mengelola dana amanah milik para pekerja, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa mempertimbangkan aspek solvabilitas, keamanan dana, kehati-hatian dan hasil investasi yang memadai.

"Dengan demikian, mampu memenuhi pembayaran kewajiban kepada setiap peserta pada saat jatuh tempo," ujarnya.

Untuk tujuan itu, Erfan menyampaikan strategi investasi yang utama dijalankan BPJS Ketenagakerjaan adalah liability driven investing dan dynamic asset allocation.

Baca Juga: Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tumbuh 8,61% pada 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×