Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) telah menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp 3,58 triliun per kuartal III-2026.
EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo menerangkan dana hasil penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk mendukung modal kerja kegiatan usaha perusahaan.
Riady menyampaikan pihaknya tetap membuka opsi untuk penerbitan obligasi pada kuartal IV-2026. Namun, dia bilang ACC akan mempertimbangkan sejumlah faktor terlebih dahulu.
"Tentunya sangat tergantung kepada kondisi pasar dan dinamika suku bunga," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (9/10).
Baca Juga: OJK Catat 8 Perusahaan Modal Ventura Belum Penuhi Ekuitas Minimum
Riadi menambahkan, perusahaan juga terus mengevaluasi berbagai alternatif sumber pendanaan. Salah satunya melalui penerbitan obligasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis, kondisi pasar, dan optimalisasi biaya pendanaan.
ACC juga turut angkat bicara mengenai dampak adanya ekspektasi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang bisa naik lagi hingga tahun depan. Riadi menuturkan keputusan penerbitan obligasi ke depannya mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perkembangan suku bunga, kebutuhan bisnis, kondisi pasar, serta strategi pendanaan perusahaan.
Dia bilang ACC akan terus memantau kebutuhan kondisi pasar dan dinamika suku bunga dalam menentukan rencana penerbitan obligasi perusahaan.
Sebagai informasi, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 19,62 triliun per September 2026. Nilainya turun 33,1%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,33 triliun.
Pefindo juga memproyeksikan aktivitas penerbitan obligasi multifinance masih berpeluang berlanjut pada kuartal IV-2026. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kebutuhan refinancing menjadi salah satu pendorong utama. Meski demikian, realisasinya akan sangat bergantung pada kondisi yield dan kebutuhan pendanaan masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Laba Industri Pergadaian Tembus Rp 8,57 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 69,73%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














