kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Laba Industri Pergadaian Tembus Rp 8,57 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 69,73%


Jumat, 09 Oktober 2026 / 18:32 WIB
Laba Industri Pergadaian Tembus Rp 8,57 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 69,73%
ILUSTRASI. Industri pergadaian nasional membukukan pertumbuhan laba signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 (KONTAN/ Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pergadaian nasional membukukan pertumbuhan laba signifikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri pergadaian mencapai Rp 8,57 triliun per Agustus 2026, meningkat 69,73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Nilainya tumbuh 69,73%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10).

Berdasarkan data OJK, perolehan laba industri pergadaian hingga Agustus 2026 tersebut hampir menyamai laba sepanjang 2025. Pada tahun lalu, industri pergadaian membukukan laba sebesar Rp 8,80 triliun, tumbuh 47,63% secara tahunan atau year on year (YoY).

Melihat perkembangan tersebut, Agusman optimistis industri pergadaian masih memiliki ruang untuk mempertahankan pertumbuhan positif hingga akhir 2026.

Baca Juga: Moody’s Kerek Peringkat Bank Danamon (BDMN) ke A3, Tapi Outlooknya Jadi Negatif

Pertumbuhan laba juga tercermin pada kinerja salah satu pelaku industri, yakni PT Budi Gadai Indonesia yang berbasis di Sumatera Utara (Sumut). Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan, laba perusahaan tumbuh 21,1% secara YoY. Namun, ia tidak merinci nilai laba yang berhasil dibukukan perusahaan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan laba, Budiarto menyampaikan bahwa perusahaan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan sekaligus memperkuat loyalitas nasabah.

"Selain itu, perusahaan akan meningkatkan penyaluran pembiayaan yang sehat dan berkualitas, dengan tetap memperhatikan kemampuan nasabah dan kualitas barang jaminan," ucapnya kepada Kontan, Jumat (9/10).

Budiarto menambahkan, Budi Gadai Indonesia juga akan mengoptimalkan kinerja setiap cabang serta menjaga efisiensi operasional perusahaan. Dengan strategi tersebut, pertumbuhan pembiayaan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba.

Baca Juga: AIA Perkuat Kemitraan dengan BCA, Bidik Pertumbuhan Bisnis di Kanal Bancassurance

Dari sisi penyaluran pembiayaan, OJK mencatat industri pergadaian telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 156,61 triliun per Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 44,60% secara YoY.

Produk gadai masih mendominasi penyaluran pembiayaan industri pergadaian. Hingga Agustus 2026, pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp 132,84 triliun atau setara dengan 84,82% dari total pembiayaan industri.

Sejalan dengan pertumbuhan laba dan penyaluran pembiayaan, total aset industri pergadaian juga mengalami peningkatan. OJK mencatat, aset industri pergadaian mencapai Rp 187,98 triliun per Agustus 2026, meningkat 44,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×