kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Ada risiko kenaikan bunga, bankir yakin bisa menjaga margin bunga di tahun depan


Selasa, 20 November 2018 / 13:54 WIB
Ada risiko kenaikan bunga, bankir yakin bisa menjaga margin bunga di tahun depan
ILUSTRASI. Mesin ATM perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir masih optimistis bisa mempertahankan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di tengah tekanan kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Ambil contoh, Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja  memperkirakan NIM pada tahun depan akan sama seperti kisaran saat ini yaitu 4%. “Upaya mempertahankannya adalah dengan meningkatkan dana murah,” kata Parwati, Selasa (20/11).

Sedangkan Mahelan Prabantarikso Direktur Strategi, Risiko dan Kepatuhan Bank Tabungan Negara (BTN) memperkirakan pada tahun depan NIM BTN akan sebesar 4,5%-5%. Ini lebih tinggi dibandingkan realisasi sampai kuartal III 2018 sebesar 4,35%.

“Beberapa program seperti perbaikan kredit macet (NPL) dan perolehan dana murah akan menjadi prioritas utama,” kata Mahelan kepada kontan.co.id, Senin (19/11). Selain itu, BTN juga melakukan perbaikan bisnis proses menjadi lebih efisien dan perbaikan layanan fitur.

Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada memprediksi NIM Bank Mayapada pada 2019 akan sama dengan 2018. “Yaitu diangka 4,25%-4,5%,” kata Haryono kepada kontan.co.id, Senin (19/11).

Strategi bank ini mempertahankan NIM adalah dengan menyeimbangkan suku bunga dana dan kredt. Karena nasabah yang menempatkan dana tidak akan terbarik dengan produk dengan bunga yang lebih rendah.

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA)  mengakui tekanan NIM akan semakin tinggi di tengah risiko kenaikan bunga yang mengikuti tren global.

“Dampaknya bank akan melakukan penyesuaian bunga dana yang berakibat kenaikan biaya dana,” kata Jan Hendra kepada kontan.co.id, Senin (19/11). BCA sendiri akan melakukan langkah efisiensi untuk mempertahankan margin bunga, selain melakukan penyesuaian bunga kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×