kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Adira Finance Bukukan Rp 6,4 Triliun hingga Maret 2026 dari Pembiayaan Multiguna


Selasa, 05 Mei 2026 / 15:26 WIB
Adira Finance Bukukan Rp 6,4 Triliun hingga Maret 2026 dari Pembiayaan Multiguna
ILUSTRASI. Pembiayaan Multiguna Menjadi Penopang Multifinance (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat segmen pembiayaan multiguna masih menjadi tulang punggung bisnis pada kuartal I-2026.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengungkapkan hingga Maret 2026 nilai pembiayaan multiguna mencapai Rp 6,4 triliun dan tumbuh secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca Juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,49% pada Kuartal I-2026

“Secara porsi, segmen ini menyumbang sekitar 54% terhadap total pembiayaan perusahaan,” ujarnya kepada Kontan.

Dominasi segmen multiguna ini didorong oleh masih kuatnya permintaan pembiayaan konsumtif di masyarakat, terutama untuk kebutuhan kendaraan dan pinjaman tunai berbasis agunan.

Secara keseluruhan, kinerja pembiayaan Adira Finance pada kuartal I-2026 menunjukkan tren ekspansi di seluruh lini bisnis.

Perusahaan menilai capaian ini ditopang oleh kekuatan jaringan distribusi, kolaborasi dengan dealer, serta sinergi dalam ekosistem grup.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, Adira Finance terus memperkuat proses analisis kelayakan konsumen, pengelolaan portofolio berbasis data, serta monitoring dan penagihan yang lebih proaktif sejak tahap awal.

Baca Juga: Prabowo Minta Bunga Kredit 5%, Ini Respon Bank Himbara

Ke depan, prospek pembiayaan multiguna dinilai masih positif seiring kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan dan solusi pembiayaan konsumtif.

Meski demikian, perusahaan tetap mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif, dengan fokus pada konsumen berprofil risiko sehat, peningkatan produktivitas jaringan, serta menjaga kualitas aset agar tetap stabil hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×