kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Adira Finance Salurkan Pembiayaan Baru UMKM Rp 1,8 Triliun pada Februari 2026


Selasa, 07 April 2026 / 18:58 WIB
Adira Finance Salurkan Pembiayaan Baru UMKM Rp 1,8 Triliun pada Februari 2026
ILUSTRASI. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik Timur Tengah mulai menekan industri Usaha Kecil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena kenaikan harga sejumlah komoditas.

Chief Financial Officer PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Sylvanus Gani menyebut bahwa situasi tersebut berpotensi memberi tekanan kepada pelaku UMKM, terutama dari sisi biaya operasional dan daya beli.

Kendati demikian, Adira Finance masih mencatatkan kinerja yang positif pada lini penyaluran pembiayaan di sektor UMKM.

Baca Juga: Asuransi Digital (YOII) Nilai Dampak El Nino Terbatas, Fokus Perkuat Manajemen Risiko

Per Februari 2026, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan baru UMKM sebesar Rp1,8 triliun, dengan porsi sekitar 23% dari total portofolio.

"Permintaan pembiayaan tercatat masih tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya kepada Kontan. Selasa (7/4/26).

Meski begitu, Gani mengatakan bahwa pihaknya tetap mencermati potensi risiko termasuk kemungkinan tekanan terhadap kualitas kredit.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa lembaga pembiayaan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM terutama dalam menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik global.

Oleh karenanya ia menegaskan bahwa Adira Finance akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis, melalui penguatan manajemen risiko dan lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.

Hal itu dilakukan guna memastikan kinerja perusahaan tetap tumbuh secara berkelanjutan sekaligus untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga.

Baca Juga: OJK: IASC Terima 515.345 Laporan Kasus Penipuan hingga Maret 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×