kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Agustus, outstanding KTA ANZ sudah capai Rp 2 T


Kamis, 06 September 2012 / 10:29 WIB
Agustus, outstanding KTA ANZ sudah capai Rp 2 T
ILUSTRASI. Emiten yang menjadi anggota indeks LQ45 terlihat masih menahan laju ekspansinya.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Langkah Bank Indonesia (BI) untuk mengatur penyaluran kredit tanpa agunan (KTA) sebagai uang muka alias down payment bagi kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) ditanggapi positif oleh PT Bank ANZ Indonesia (ANZ).

"Kami tidak masalah jika seperti itu, karena penyaluran KTA kami tidak ada yang ditujukan untuk KPR dan kredit kendaraan," kata Direktur Consumer Finance Luskito Hambali, Rabu (5/9). Luskito menjelaskan, selama ini portofolio KTA ANZ mayoritas diberikan untuk renovasi rumah.

"Di posisi kedua, KTA ditujukan untuk pendidikan dan terakhir untuk penyelenggaraan pernikahan tapi tidak terlalu banyak," tambahnya.

Hingga akhir Agustus 2012, jumlah outstanding KTA ANZ mencapai Rp 2 triliun. Pencapaian tersebut hampir mencapai target outstanding KTA yang ditargetkan ANZ pada tahun ini sebesar Rp 2,2 triliun.

Catatan saja, pada akhir 2011, jumlah outstanding KTA ANZ sudah sebesar Rp 1,2 triliun. Di sisi lain jumlah nasabah yang menggunakan KTA dari perbankan ini sudah mencapai 70.000.

Dari sisi pendapatan ANZ sebenarnya lebih didominasi oleh kartu kredit. Mengingat sejak awal, ANZ sudah memfokuskan diri pada kartu kredit dibandingkan KTA. "Pendapatan dari kartu kredit memang cukup dominan. Dan dari jumlah kartu kami sekarang nomer enam untuk peredarannya di Indonesia," pungkas Luskito.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×