kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Allianz Catat Klaim Banjir di Bali Tembus Rp 22 Miliar per Desember 2025


Senin, 02 Februari 2026 / 14:20 WIB
Allianz Catat Klaim Banjir di Bali Tembus Rp 22 Miliar per Desember 2025
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Allianz (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia mencatat lonjakan klaim asuransi properti dan kendaraan seiring cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia. 

Berdasarkan data perusahaan, klaim asuransi properti dan kendaraan yang diajukan tertanggung di Bali hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 22 miliar, meskipun wilayah tersebut selama ini tidak lekat dengan label rawan banjir.

“Dengan Badung, Denpasar, dan Gianyar menjadi kontributor klaim terbesar, yang didominasi oleh kerusakan akibat banjir dan water damage,” kata Direktur dan Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: AAUI Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Rencana Asuransi Umum Tingkatkan Permodalan

Pola serupa juga terlihat di wilayah lain di Indonesia. Pada kuartal akhir 2025, hujan ekstrem juga menyebabkan banjir di sejumlah daerah, seperti Bima (Nusa Tenggara Timur), dan Kalimantan Selatan.

Fenomena serupa juga terjadi di wilayah lain. Pada kuartal akhir 2025, hujan ekstrem menyebabkan banjir di sejumlah daerah, antara lain Bima (Nusa Tenggara Timur) dan Kalimantan Selatan.

Menurut Ignatius, kondisi ini mencerminkan pergeseran risiko banjir di Indonesia. Risiko yang sebelumnya bersifat terlokalisasi kini semakin sulit diprediksi dan berdampak langsung pada aset masyarakat, khususnya rumah tinggal dan kendaraan pribadi.

“Yang berubah bukan hanya intensitas hujan, tetapi juga pola risikonya. Ketika banjir bisa terjadi di area yang sebelumnya dianggap aman, masyarakat perlu melihat asuransi properti dan kendaraan sebagai bagian dari manajemen risiko, bukan sekadar perlindungan tambahan,” lanjutnya.

Perubahan pola risiko tersebut turut menggeser cara pandang terhadap perlindungan aset. Allianz menilai, asuransi properti dan kendaraan kini semakin relevan sebagai bagian dari kesiapan finansial, mengingat lokasi banjir yang kian tidak terduga, nilai aset yang tinggi, serta potensi kerugian besar yang terjadi secara tiba-tiba.

Selanjutnya: Prabowo Tegaskan Kalau Ada Kader Gerindra Bermasalah Akan Ditangkap!

Menarik Dibaca: Infokost.id Diluncurkan Kembali, Hadirkan Cara Baru Cari Kost

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×