kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Allo Bank Pilih Selektif Naikkan Bunga Deposito di Tengah Tren Kenaikan BI Rate


Senin, 25 Mei 2026 / 15:17 WIB
Allo Bank Pilih Selektif Naikkan Bunga Deposito di Tengah Tren Kenaikan BI Rate
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25% belum mendorong PT Allo Bank Indonesia Tbk untuk agresif menaikkan bunga deposito.

Bank digital ini masih memilih mengevaluasi kondisi likuiditas dan kebutuhan pendanaan sebelum melakukan penyesuaian suku bunga.

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo mengatakan, kenaikan BI Rate menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan funding dan strategi pricing perseroan. Namun, penyesuaian bunga disebut tidak bisa dilakukan secara otomatis maupun terburu-buru.

“Karena kami perlu mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif, mulai dari kondisi likuiditas, struktur dana pihak ketiga (DPK), cost of fund, kompetisi industri, hingga dampaknya terhadap profitabilitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Destya kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5).

Baca Juga: CNAF Salurkan Pembiayaan Baru Syariah Rp 829 Miliar pada Kuartal I-2026

Saat ini, Allo Bank masih fokus mengevaluasi dampak kenaikan BI Rate terhadap perilaku nasabah, kondisi likuiditas pasar, serta kebutuhan pendanaan bank ke depan.

Karena itu, perseroan belum melihat urgensi untuk menaikkan bunga deposito secara agresif dalam jangka pendek. Strategi bank saat ini lebih diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara daya saing funding, efisiensi cost of fund, dan keberlanjutan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Menurut Destya, kondisi likuiditas industri perbankan yang masih relatif memadai membuat ruang penyesuaian bunga deposito masih dapat dilakukan secara selektif dan bertahap.

“Kalau pun nantinya ada penyesuaian, kami kemungkinan akan melakukannya secara sangat selektif, baik berdasarkan tenor maupun segmentasi nasabah, bukan kenaikan secara menyeluruh,” jelasnya.

Saat ini, bunga deposito Allo Bank masih berada pada level kompetitif di industri bank digital. Untuk tenor tertentu, bunga deposito tertinggi berada di kisaran 7% hingga 7,5%, sementara rata-rata tertimbang masih berada di bawah level tersebut.

Dari sisi intermediasi, Allo Bank tercatat menyalurkan kredit Rp9,14 triliun pada kuartal I-2026, naik 32% secara tahunan atau year on year  (yoy) dari periode sama tahun sebelumnya.

Di sisi penyaluran kredit, Allo Bank juga mengaku akan tetap berhati-hati dalam melakukan penyesuaian bunga pinjaman. Perseroan menilai menjaga kualitas pertumbuhan kredit lebih penting dibanding mengejar ekspansi volume dalam jangka pendek.

Destya menambahkan, selain dipengaruhi BI Rate, bunga kredit juga ditentukan oleh cost of fund, profil risiko nasabah, dan struktur portofolio kredit.

Karena itu, transmisi kenaikan bunga ke sisi kredit biasanya berjalan lebih gradual dan segmented, terutama pada produk kredit digital yang menggunakan skema risk-based pricing.

Sementara itu, perkembangan simpanan deposito Allo Bank hingga saat ini disebut masih tumbuh positif dan menjadi salah satu pilar utama pendanaan perseroan.

Meski begitu, ke depan Allo Bank tidak hanya berfokus pada pertumbuhan nominal deposito, tetapi juga optimalisasi komposisi DPK, khususnya peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA).

“Target pertumbuhan deposito tahun ini kami jaga tetap sehat dan terukur, sejalan dengan kebutuhan likuiditas dan rencana ekspansi kredit,” imbuh Destya.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), Allo Bank mencatatkan peningkatan 37% yoy menjadi Rp6,76 triliun.

Untuk menghimpun dana, Allo Bank juga mengandalkan penguatan ekosistem transaksi, peningkatan engagement nasabah aktif, digital onboarding yang seamless, serta optimalisasi cross-selling produk funding dan transaksi.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penipuan, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Appeninc, VID dan Sensenowai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×