kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prospek Asuransi Syariah Masih Positif, Pertumbuhan Diprediksi Moderat


Jumat, 10 Juli 2026 / 10:05 WIB
Prospek Asuransi Syariah Masih Positif, Pertumbuhan Diprediksi Moderat
ILUSTRASI. Prospek asuransi syariah di paruh kedua 2026 diproyeksi positif. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah diperkirakan masih akan mencatatkan kinerja positif pada paruh kedua 2026. Namun, laju pertumbuhan sektor ini diproyeksikan berlangsung lebih moderat di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi.

Pengamat asuransi, Wahyudin Rahman, menilai prospek industri asuransi syariah tetap menjanjikan meskipun pertumbuhannya diperkirakan tidak secepat periode sebelumnya.

"Prospek tetap positif, meskipun pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat," ujarnya kepada Kontan, Kamis (9/7/26).

Wahyudin menjelaskan, permintaan terhadap produk asuransi syariah diperkirakan masih terjaga. Optimisme tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi domestik, semakin kuatnya ekosistem keuangan syariah, serta inovasi produk dan digitalisasi kanal distribusi yang terus berkembang.

Menurutnya, berbagai faktor tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan industri asuransi syariah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah.

Baca Juga: Sejumlah Bank Incar Status KBMI 3, Penguatan Modal Jadi Kunci

Meski demikian, Wahyudin mengingatkan bahwa pelaku industri tetap perlu mencermati sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kinerja bisnis pada semester II-2026. Salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah tekanan terhadap daya beli masyarakat, di samping ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menahan laju pertumbuhan industri apabila tidak diantisipasi dengan strategi bisnis yang tepat.

Di sisi lain, Wahyudin melihat peluang pengembangan asuransi syariah di Indonesia masih sangat besar. Hal ini tercermin dari pangsa pasar asuransi syariah yang hingga kini masih relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan industri asuransi nasional.

Saat ini, pangsa pasar asuransi syariah baru mencapai sekitar 3,9% dari total kontribusi industri asuransi nasional. Dengan penetrasi yang masih rendah, sektor ini dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang luas pada masa mendatang.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi industri asuransi syariah tercatat tumbuh 18,10% secara tahunan menjadi Rp 9,15 triliun pada Mei 2026. Capaian tersebut mencerminkan bahwa minat masyarakat terhadap produk asuransi berbasis syariah masih menunjukkan tren peningkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×