kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

ALUDI Proyeksikan Kinerja Industri Urun Dana Bisa Tumbuh 5% pada Kuartal IV-2026


Selasa, 13 Oktober 2026 / 18:50 WIB
ALUDI Proyeksikan Kinerja Industri Urun Dana Bisa Tumbuh 5% pada Kuartal IV-2026
ILUSTRASI. ALUDI Gelar Edukasi Securities Crowdfunding untuk UKM (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) memproyeksikan industri urun dana atau securities crowdfunding (SCF) bisa tumbuh 5% pada kuartal IV-2026.

Proyeksi ini sejalan dengan kinerja yang diraih hingga September 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) industri mencatat 15 Efek baru serta 9 penerbit baru, dengan dana dihimpun senilai Rp22,92 miliar hingga September 2026. Dengan perkembangan tersebut, total nilai dana dihimpun melalui SCF secara agregat telah mencapai Rp2,06 triliun.

Ketua Umum ALUDI Patrick Gunadi mengatakan pencapain yang positif hingga kuartal III-2026 didorong oleh kecocokan antara kebutuhan pendanaan penerbit dengan preferensi investor. 

Ia melihat, investor saat ini cenderung mencari instrumen dengan tenor yang lebih pendek dan skema bagi hasil yang jelas. Di saat bersamaan, penerbit juga makin memahami kebutuhan pasar dan menyiapkan penawaran yang lebih sesuai.

Baca Juga: ALUDI Siapkan Strategi Dorong Pertumbuhan Securities Crowdfunding Semester II 2026

Sejalan dengan itu, pada periode kuartal selanjutnya ia melihat peluang bagi industri urun dana untuk terus bertumbuh terutama bagi penerbit dengan fundamental baik.

"Terutama bagi penerbit yang memiliki kebutuhan usaha yang jelas, arus kas yang dapat dianalisis, serta struktur pendanaan yang memadai," ujarnya kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh industri, misalnya kondisi ekonomi yang masih menantang sehingga investor makin selektif. Oleh karena itu, proses penelaahan, uji tuntas,  dan penyusunan struktur pendanaan perlu dilakukan lebih cermat sebelum penawaran dipasarkan.

Adapun dari segi instrumen, Patrick menilai pendanaan berbasis utang termasuk efek bersifat utang dan sukuk masih lebih diminati investor.

Dari segi pendanaan syariah SCF, OJK juga mencatat kinerja yang positif. Per September 2026, dana himpunan SCF syariah adalah sebesar Rp 1,19 triliun dengan market share mencapai 57,68%.

Sementara itu dari sisi sektor, proyek yang berkaitan dengan keberlanjutan seperti energi bersih dan pertanian berkelanjutan dinilai terus menunjukkan daya tarik dan relatif cepat mendapat perhatian dari investor.

Baca Juga: OJK Catat Industri Urun Dana Himpun Rp 2,06 Triliun hingga September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×