kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.656   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.624   -12,62   -0,19%
  • KOMPAS100 866   -0,57   -0,07%
  • LQ45 657   -1,09   -0,17%
  • ISSI 231   0,78   0,34%
  • IDX30 367   -0,78   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,33   -0,07%
  • IDX80 99   -0,04   -0,04%
  • IDXV30 126   0,55   0,44%
  • IDXQ30 117   -0,28   -0,24%

ALUDI Siapkan Strategi Dorong Pertumbuhan Securities Crowdfunding Semester II 2026


Senin, 07 September 2026 / 15:20 WIB
ALUDI Siapkan Strategi Dorong Pertumbuhan Securities Crowdfunding Semester II 2026
ILUSTRASI. Industri securities crowdfunding (SCF) atau urun dana masih memiliki ruang untuk tumbuh pada semester II 2026.? (KONTAN/Muradi)


Reporter: Belva Safina | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri securities crowdfunding (SCF) atau urun dana masih memiliki ruang untuk tumbuh pada semester II 2026.

f (ALUDI) pun menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperluas kanal distribusi hingga mendorong pemberian insentif pemerintah untuk meningkatkan partisipasi investor.

Ketua Umum ALUDI Patrick Gunadi mengatakan, saat ini ALUDI tengah menjajaki kolaborasi dengan sejumlah pelaku industri lain di pasar modal.

“Harapannya bisa menambah distribution channel untuk SCF,” tambahnya kepada Kontan, Senin (7/9/2026).

Selain memperluas kanal distribusi, Patrick menyebut ALUDI juga tengah mengajukan insentif kepada pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi investor dalam industri urun dana.

Baca Juga: Pendapatan Bunga Bank Swasta Lesu, Kredit Berimbal Hasil Tinggi Masih Terbatas

Menurut Patrick, potensi pertumbuhan industri securities crowdfunding tetap terbuka meski terdapat kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga dan inflasi. Kedua faktor tersebut berpotensi menekan daya beli sekaligus minat pelaku UMKM untuk mencari pendanaan melalui SCF.

Namun, kebutuhan pendanaan di sektor usaha masih menjadi faktor yang menopang permintaan terhadap layanan urun dana.

“Financial paradox masih terjadi, sehingga kebutuhan modal tetap ada,” ungkapnya.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Patrick menyampaikan bahwa pada semester II 2026 mulai terdapat lebih banyak pengajuan pendanaan berbasis proyek.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu peluang bagi industri SCF untuk tetap mencatatkan pertumbuhan hingga akhir tahun. Pertumbuhan terutama diharapkan berasal dari instrumen sukuk yang menjadi salah satu pilihan pendanaan berbasis proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×