kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.776.000   7.000   0,40%
  • USD/IDR 16.565   20,00   0,12%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Aplikasi Kasir Online Kantong UMKM Dorong Pelaku Usaha Bandung Melek Teknologi


Selasa, 25 Maret 2025 / 11:58 WIB
Aplikasi Kasir Online Kantong UMKM Dorong Pelaku Usaha Bandung Melek Teknologi
ILUSTRASI. Kantong UMKM. Salah satu pembicara, Muljono sedang memberikan materi pentingnnya pencatatan laporan keuangan kepada ratusan pelaku umkm di Bandung, Jawa Barat


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi kasir online Kantong UMKM kembali menyambangi Kota Bandung untuk kedua kalinya setelah kunjungan pertama pada awal Maret lalu.

Kehadiran aplikasi ini disambut antusias oleh ratusan pelaku UMKM Bandung yang hadir dalam acara diskusi dan pengenalan aplikasi berbasis Android tersebut.

Nuri, salah satu pelaku UMKM, langsung mencoba mengaktivasi aplikasi Kantong UMKM dan mengakui bahwa aplikasi ini sangat praktis dan mudah digunakan.

Baca Juga: Aplikasi Kasir Online Kantong UMKM Perluas Jangkauan ke Bandung

“Saya langsung mencoba mengaktifkan dan dalam sekejap sudah bisa digunakan. Fitur QRIS juga langsung berfungsi. Saya bahkan sudah melakukan pembayaran untuk produk sendiri, dan invoice-nya bisa langsung dicetak. Semua fitur yang saya coba berjalan dengan baik,” ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (25/3).

Pelaku UMKM lainnya, Yessi, mengungkapkan bahwa selama ini pencatatan transaksi keuangannya masih dilakukan secara manual.

Kehadiran aplikasi Kantong UMKM sangat membantunya dalam pencatatan keuangan agar lebih rapi dan tertata.

“Aplikasi ini sangat mudah, bahkan untuk orang yang gaptek seperti saya. Transaksi menjadi lebih praktis, pencatatan juga otomatis, dan dengan printer murah pun sudah bisa mencetak struk. Yang paling penting, aplikasinya gratis, berbeda dengan yang lain,” ungkapnya.

Aliana Erlita, pelaku UMKM lainnya, juga merasakan manfaat dari pelatihan dan pengenalan aplikasi ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai pelaku UMKM. Dengan aplikasi ini, kita bisa mengelola keuangan dengan lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Jakarta Merespon Positif Keberadaan Aplikasi Kantong UMKM

Praktisi sekaligus pemilik aplikasi Kantong UMKM, Adha Wahyudi, mengapresiasi kehadiran ratusan pelaku UMKM dalam acara diskusi bertema “Pentingnya Pencatatan Laporan Keuangan”.

“Aplikasi kasir online Kantong UMKM hadir dengan inisiatif tinggi untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih modern dan selaras dengan perkembangan teknologi keuangan,” ujarnya.

Adha menjelaskan bahwa aplikasi ini telah digunakan oleh ribuan pelaku usaha kecil menengah di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Jakarta Barat.

Aplikasi ini dirancang dengan menekankan kecepatan dan kemudahan penggunaan. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya dalam melakukan transaksi dengan cepat dan efisien, kurang dari satu menit.

“Aktivasi pembayaran melalui QRIS maksimal dalam dua hari setelah registrasi, menggunakan QRIS dinamis dengan waktu tunggu hanya dua menit,” tambahnya.

Aplikasi kasir online Kantong UMKM, yang bermitra dengan salah satu bank swasta, hadir sebagai solusi point of sales bagi pelaku usaha kecil.

Menurut Adha, ide pembuatan aplikasi ini berawal dari keinginannya untuk mendorong UMKM di Indonesia agar lebih maju dan bankable.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Dukung Digitalisasi UMKM, Aplikasi Kantong UMKM Resmi Digunakan

“Saya berdiskusi dengan PT TDC, penyedia aplikasi digital, dan menemukan kesamaan visi dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih modern dan berbasis teknologi keuangan,” jelasnya.

“Akhirnya, kami sepakat untuk menciptakan pencatatan digital kasir online Kantong UMKM. Harapannya, dengan pencatatan transaksi yang dilakukan setiap hari, pelaku UMKM bisa mengetahui omzetnya dengan lebih akurat dan memiliki landasan yang kuat untuk mengajukan pinjaman ke bank,” tambahnya.

Adha memastikan bahwa pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh Kantong UMKM akan terus menjangkau kota-kota lain di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung pelaku UMKM dalam pencatatan transaksi bisnis secara digital.

Selanjutnya: Gelar RUPST 2025, BRI Bagikan Dividen Rp51,73 triliun dan Bersiap Lakukan Buyback

Menarik Dibaca: Hujan Turun Pagi dan Siang, Ini Prakiraan Cuaca Besok (26/3) di Banten

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×