Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mengembangkan bisnis wealth management di tengah meningkatnya minat nasabah terhadap investasi.
Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengatakan, Per Juni 2026 dana kelolaan atau asset under management (AUM) BCA mencapai Rp 339 triliun, dengan reksadana tumbuh sekitar 50% secara tahunan (yoy).
“Kalau kita lihat yang menarik adalah reksadana naiknya 50% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam Konferensi Pers Runvestasi 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Pasar Modal Membaik, tapi Investor Reksadana Masih Menahan Diri
EVP Wealth Management BCA Indrawan B. mengatakan, Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund / RDPU) menjadi salah satu produk yang paling diminati nasabahnya.
"Kita tumbuh bahkan cukup signifikan. Itu hampir sebagian besar ditopang dari money market. Kalau kita lihat kondisi sekarang, money market ini jadi primadona karena dia memberikan keuntungan yang memang masih lebih baik dan secara risiko masih sangat stabil dan terukur," jelasnya.
Demi menggaet investor baru, BCA kembali menggelar Runvestasi 2026. Ajang tahunan ini menggabungkan aktivitas olahraga lari dan jalan santai dengan tantangan investasi melalui aplikasi myBCA.
Program ini turut membuka peluang untuk menjangkau masyarakat yang belum berinvestasi. “Jadi kita memang banyak dapat new investor dari event-event seperti ini,” ujar Indra.
Baca Juga: Dinamika Ekonomi Global, Reksadana Bisa Jadi Pilihan Investor
Runvestasi 2026 mengusung tema Wealth Life Balance – From Miles to Millions. Tantangan virtual race berlangsung pada 1–15 November 2026, sedangkan tantangan investasi dibuka hingga 15 November 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














